Surat Rindu untuk Ramadhan

Ramadhan sudah berakhir, datang hari kemenangan (?)



Halo, ini saya di akhir Ramadhan, atau lebih tepatnya di awal Syawal.

Detik-detik Ramadhan sudah berakhir, malam ini terasa lebih sepi dari biasanya. Hampir hampa rasanya ntah karena berakhirnya Ramadhan, atau karena saya ditinggal keponakan :( Tapi yaa, saya rindu keduanya.

Yang pasti, rasanya terasa cukup panjang ya, Ramadhan ini. Orang biasanya bilang kalau kita menikmatinya semua terasa berjalan cepat. Tapi tidak dengan yang ini, saya merasa Ramadhan tahun ini berjalan begitu lama, sebegitu lamanya sampai saya merasa terbiasa hidup dalam hiruk piruknya. Sebegitu lamanya sampai saya sangat sedih berpisah dengannya. Aduh menangis saya menulisnya ahaha

Hal-hal yang menemani saya di bulan Ramadhan ini

Apa yang membuatnya terasa panjang?

Hari demi hari di bulan Ramadhan ini seperti memberikan saya pelajaran lebih dari apa yang saya alami setahun belakangan. Pengalamannya, perjuangannya, dan pelajarannya yang lebih padat dari setahun belakangan, membuat saya merasa flashback jauh mengingat hari pertama bulan Ramadhan.

Tahun ini adalah pertama kalinya saya sahur pertama di luar rumah. Saat itu malam Ramadhan pertama, saya mempersiapkan diri untuk sahur di stasiun Pasar Senen, bolak-balik sana sini mencari sahur, Alhamdulillah dapat makan enak + murah dari sebuah mini market elit nan mantap ternyata murah makanannya. Selesai sahur, saya bingung harus ke mana karena untuk ke Bogor mesti naik Commuter Line sedangkan saat itu jam 3 pagi, kereta belum ada. Akhirnya saya ke mesjid terdekat dan beribadah di sana, bertemu dengan penduduk sekitar yang ramah dan saya senang.

Tahun ini juga pertama kalinya saya menghabiskan lebih dari setengah bulan di luar rumah. Beberapa tanggungan tugas dan ujian mengharuskan saya untuk stay di depok. Mulai dari tugas kelompok, UAS, dan beberapa kegiatan lain. Sedih rasanya, setiap Ramadhan saya selalu membantu ibu saya memasak atau sekedar beli takjil, sekedar membuat es buah, tapi di Ramadhan ini sangat minim yang bisa saya lakukan untuk orang tua :(

Tahun ini juga UASnya berbarengan dengan Ramadhan. Sebuah... perjuangan, tidur pagi bangun pagi, sahur sambil liatin laptop, terkantuk2, ga juga sih, aku nokturnal. Tapi yaa, di saat biasanya belajar ya tinggal belajar, tidur bangun sahur ya tinggal gitu aja, jadi berfikir panjang, belajar atau tidur demi sahur dan ibadah malam yang lebih mantap, tilawah atau bikin citsit yang masih kosong. Tapi saya semangat menjalaninya, karena dengan niat baik, ganjarannya pun akan lebih baik di bulan yang baik.

Bisa dibilang,

di Ramadhan ini, saya lebih tidak gabut dari sebelumnya. Kadang jadi berfikir dua kali untuk tilawah dan memperbanyak ibadah, apalagi saat pekan UAS. Tapi yaap disitulah istimewanya bulan ini, saya merasa lebih dicoba, dan itu membuat saya lebih sadar bahwa saya sudah berubah. Bukan orang yang dulu tidak peduli akan kesempatan yang ada, tidur seharian atau main game, tanpa sedih terlewat sedetik waktu di Ramadhan.

Sejujurnya tidak banyak yang bisa saya tingkatkan di Ramadhan ini :( banyak yang saya sesali, tapi Allah Maha tahu dan pasti tahu mengenai penyesalan saya terhadap hal tersebut. Tapi di antara semuanya, bulan Ramadhan ini membawa kebiasaan2 baik bagi saya, ada sebuah pelajaran berharga mengenai sebuah kesadaran. Tidak hanya membawa lebih dari sekedar "bertaubat" tapi saya merasa lebih tangguh dan produktif karena kebiasaan yang hanya berjalan selama sebulan itu.

Dan ternyata salah satu kegiatan yang membawa saya lebih produktif tersebut adalah sekedar mengisi planner, dengan rutin di tiap malam. Saya terbiasa menulis apa yang saya lakukan, dan merencanakan apa yang ingin saya capai besok/seminggu/sebulan. Tulisan tersebut membuat tujuan saya lebih jelas, fokus saya lebih tajam pada apa yang ingin saya tuju. Pada akhirnya, planner 2019 saya yang sudah 3 bulan vacuum tidak terisi, terisi kembali, karena terbiasa dan merasa perlu akan hal tersebut. Terima kasih kepada kakak murabbiahku tercinta yang memberikan planner Ramadhannya dengan cuma2.

Saya harap bisa menjadi pribadi yang lebih baik terus setiap harinya. Ramadhan atau tidak, setiap hari adalah sebuah kesempatan baru untuk jadi lebih baik. Tapi pada akhirnya harap saya... Semoga kita masih bisa bertemu di tahun selanjutnya :")

تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَمنِْكُمْ صِيَامنا وَصِيَامَكُمْ,
كُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ. اَللّهُمَّ اجْعَلْنَا وَإِيَّاكُمْ مِنَ العَاءِدِيْنَ وَالفَاءِزِيْنَ وَالمَقْبُوْلِيْنَ.

May the blessing of Allah fill your life with pleasure and happiness!! Have a good eid!

Comments

Popular Posts