SEA MLS 2019
(dibaca "Saeya males 2019")
bagi teman-teman yang juga ingin melihat slide2nya bisa di lihat di link ini.
https://www.sea-mls.com/schedule_new
"i'm just a little bit caught in the middle chords" - Lenka "The Show"
The Beginning
bagi teman-teman yang juga ingin melihat slide2nya bisa di lihat di link ini.
https://www.sea-mls.com/schedule_new
"i'm just a little bit caught in the middle chords" - Lenka "The Show"
The Beginning
Di awal liburan, saat tengah membuka scele.cs.ui.ac.id (saya juga lupa mau ngapain waktu itu) saya mendapatkan kabar bahwa terdapat "kursi" yang disediakan khusus bagi mahasiswa Fasilkom untuk mengikuti sebuah acara perdana Machine Learning School se-Asia Tenggara, bernama Southeast Asia Machine Learning School 2019 (SEA MLS 2019) yang kebetulan diadakan di Fasilkom UI.
Tanpa basa basi, saya langsung mendaftar dengan mengisi form. Di dalam form ditanyakan beberapa pertanyaan seperti motivasi, pengalaman di bidang AI/ML, juga termasuk nilai pada matkul-matkul yang bersangkutan dengan ML (Matdis, Statprob, SC, apalagi ya lupa) beserta screenshot transkrip nilai. Pada semester itu, untungnya saya sudah mengambil Analisis Numerik dan Sistem Cerdas yang ternyata sangat berlengketan dengan ML. Dan nilai saya pada bidang bersangkutan sangat bagus heheh jadi saya agak pede ngisi formnya heheh.
Sebenarnya, pada awal mendaftar, saya tidak terlalu berharap banyak bisa mempelajari ML dalam 5 hari. Pada kolom motivasi pun, saya lebih menekankan pada "ingin menambah network dan pengalaman". Saya berfikir acara ini adalah kesempatan saya untuk bisa berteman dengan orang-orang keren nan jago, juga memperluas wawasan. ML ilmu yang bisa dipelajari di internet, bahkan diajarkan di Fasilkom, saya berfikir tidak akan terlalu fokus untuk memperdalam hal tersebut pada SEA MLS.
Awalnya saya cukup berharap bisa ikut, lama berselang sejak saya mendaftar di form tersebut, saya sudah tidak sadar telah mendaftar. Kegiatan magang, PKM, dan beberapa hal lain di liburan membuat saya berharap "semoga gaada kegiatan apa2 lagi". Namun, takdir berkata lain. H-7 sebelum acara SEA MLS tersebut, saya mendapatkan sebuah email dari dosen bahwa saya tersaring menjadi delegasi Fasilkom untuk acara SEA MLS 2019. Awalnya pengen bangga sih, tapi terus berfikir, memangnya berapa orang yang daftar, mungkin saya hanya beruntung. Apapun itu, tidak terlalu memikirkanlah, pokoknya Alhamdulillah.
Kalang Kabut
Pengumuman yang mendadak membuat saya agak kalang kabut :") Saya sedang mengemban tugas di tempat magang, dan DSA Compfest pun akan berjalan sedikit lagi, dan PKM yang juga sebentar lagi akan monev eksternal. Tapi sangat sayang kalau tidak ikut, sebuah kesempatan setahun sekali, akhirnya saya menyetujui untuk ikut acara tersebut.
Akhirnya saya meminta izin untuk tidak bekerja seminggu dan meminta izin untuk tidak ikut kumpul2 pada orang2 bersangkutan. Untungnya teman-teman saya sangat pengertian, bahkan lebih dari pengertian mulai banyak yang nge "ciee" in. Padahal mereka tidak tau bahwa saya di sini ampas. Saya mulai khawatir membuat mereka kecewa karena ekspektasi mereka terlalu tinggi.
Kesan
Dari segi materinya, materi yang diajarkan cukup banyak mulai dari yang basic hingga advanced, mulai dari mengolah data biasa (regresi 1 variable) hingga pengolahan citra dan NLP, ada konsep ada juga aplikasinya. Saya tidak berharap terlalu banyak bisa memahami keseluruhan materi di acara tersebut hanya dalam 5 hari apalagi di pertengahan saya sakit dan tidak bisa hadir. Tapi yang penting adalah saya mendapatkan poin-poinnya, saya tetap mencatat walaupun ada beberapa hal yang tersekip, karena saya yakin nanti saya akan belajar ini, dan nanti juga mengerti. Setidaknya saat saya akan belajar nanti saya sudah tahu apa yang harus dipelajari dan untuk apa.
Hal yang cukup menyenangkan bagi saya adalah saya cukup bertemu dengan banyak orang di acara ini. Pesertanya sangat beragam, mulai dari anak SMA hingga PhD dan bukan hanya dari Asia Tenggara, tapi ada dari Australia, dan kebanyakan juga dari luar Asia Tenggara tapi sedang menuntut ilmu di Asia Tenggara. Tidak hanya itu, saya mendapatkan teman yang bisa cukup akrab juga dengan saya.
Ada juga yang sempat mengambil gelar sarjana di jurusan farmasi, tapi kemudian ujung2nya melakukan riset yang tidak berhubungan dengan farmasi. Dia mengatakan bahwa dia merasa dulu hanya menghabis2kan waktu saja di sana dengan farmasinya. Ada juga yang mengatakan lebih baik mengambil studi di Eropa dibanding Asia karena pernah merasakan keduanya.
Sebagian besar yang saya ajak bicara, sudah cukup tua, sedang menuntut gelar PhD. Dan mereka benar-benar berpendapat bahwa "Age is no barrier", yak melihat dengan keberagaman umur yang ada di acara ini saya cukup yakin akan hal itu. Mungkin bukan masalah dengna umurnya, tapi kemauan untuk belajarnya.
Saya mendapatkan banyak wejangan di sini, banyak motivasi juga bahwa karir saya tidak akan berakhir jadi budak ngoding korporat suatu saat nanti, yak saya mulai tertarik dengan riset-riset.
Harapan
Saya berharap ke depannya saya bisa lebih baik dari saat ini. Yak selalu seperti itu, tapi dalam hal ini, saya ingin ilmu saya di machine learning terus bertambah, saya tidak malas untuk belajar sendiri. Aamiin.
Harapn juga, semoga bisa ikut SEA MLS 2020 di Vietnam. Aamiin
Sebenarnya, pada awal mendaftar, saya tidak terlalu berharap banyak bisa mempelajari ML dalam 5 hari. Pada kolom motivasi pun, saya lebih menekankan pada "ingin menambah network dan pengalaman". Saya berfikir acara ini adalah kesempatan saya untuk bisa berteman dengan orang-orang keren nan jago, juga memperluas wawasan. ML ilmu yang bisa dipelajari di internet, bahkan diajarkan di Fasilkom, saya berfikir tidak akan terlalu fokus untuk memperdalam hal tersebut pada SEA MLS.
Awalnya saya cukup berharap bisa ikut, lama berselang sejak saya mendaftar di form tersebut, saya sudah tidak sadar telah mendaftar. Kegiatan magang, PKM, dan beberapa hal lain di liburan membuat saya berharap "semoga gaada kegiatan apa2 lagi". Namun, takdir berkata lain. H-7 sebelum acara SEA MLS tersebut, saya mendapatkan sebuah email dari dosen bahwa saya tersaring menjadi delegasi Fasilkom untuk acara SEA MLS 2019. Awalnya pengen bangga sih, tapi terus berfikir, memangnya berapa orang yang daftar, mungkin saya hanya beruntung. Apapun itu, tidak terlalu memikirkanlah, pokoknya Alhamdulillah.
Kalang Kabut
Pengumuman yang mendadak membuat saya agak kalang kabut :") Saya sedang mengemban tugas di tempat magang, dan DSA Compfest pun akan berjalan sedikit lagi, dan PKM yang juga sebentar lagi akan monev eksternal. Tapi sangat sayang kalau tidak ikut, sebuah kesempatan setahun sekali, akhirnya saya menyetujui untuk ikut acara tersebut.
Akhirnya saya meminta izin untuk tidak bekerja seminggu dan meminta izin untuk tidak ikut kumpul2 pada orang2 bersangkutan. Untungnya teman-teman saya sangat pengertian, bahkan lebih dari pengertian mulai banyak yang nge "ciee" in. Padahal mereka tidak tau bahwa saya di sini ampas. Saya mulai khawatir membuat mereka kecewa karena ekspektasi mereka terlalu tinggi.
Kesan
Dari segi materinya, materi yang diajarkan cukup banyak mulai dari yang basic hingga advanced, mulai dari mengolah data biasa (regresi 1 variable) hingga pengolahan citra dan NLP, ada konsep ada juga aplikasinya. Saya tidak berharap terlalu banyak bisa memahami keseluruhan materi di acara tersebut hanya dalam 5 hari apalagi di pertengahan saya sakit dan tidak bisa hadir. Tapi yang penting adalah saya mendapatkan poin-poinnya, saya tetap mencatat walaupun ada beberapa hal yang tersekip, karena saya yakin nanti saya akan belajar ini, dan nanti juga mengerti. Setidaknya saat saya akan belajar nanti saya sudah tahu apa yang harus dipelajari dan untuk apa.
Hal yang cukup menyenangkan bagi saya adalah saya cukup bertemu dengan banyak orang di acara ini. Pesertanya sangat beragam, mulai dari anak SMA hingga PhD dan bukan hanya dari Asia Tenggara, tapi ada dari Australia, dan kebanyakan juga dari luar Asia Tenggara tapi sedang menuntut ilmu di Asia Tenggara. Tidak hanya itu, saya mendapatkan teman yang bisa cukup akrab juga dengan saya.
Ada juga yang sempat mengambil gelar sarjana di jurusan farmasi, tapi kemudian ujung2nya melakukan riset yang tidak berhubungan dengan farmasi. Dia mengatakan bahwa dia merasa dulu hanya menghabis2kan waktu saja di sana dengan farmasinya. Ada juga yang mengatakan lebih baik mengambil studi di Eropa dibanding Asia karena pernah merasakan keduanya.
Sebagian besar yang saya ajak bicara, sudah cukup tua, sedang menuntut gelar PhD. Dan mereka benar-benar berpendapat bahwa "Age is no barrier", yak melihat dengan keberagaman umur yang ada di acara ini saya cukup yakin akan hal itu. Mungkin bukan masalah dengna umurnya, tapi kemauan untuk belajarnya.
Saya mendapatkan banyak wejangan di sini, banyak motivasi juga bahwa karir saya tidak akan berakhir jadi budak ngoding korporat suatu saat nanti, yak saya mulai tertarik dengan riset-riset.
Harapan
Saya berharap ke depannya saya bisa lebih baik dari saat ini. Yak selalu seperti itu, tapi dalam hal ini, saya ingin ilmu saya di machine learning terus bertambah, saya tidak malas untuk belajar sendiri. Aamiin.
Harapn juga, semoga bisa ikut SEA MLS 2020 di Vietnam. Aamiin

This comment has been removed by the author.
ReplyDelete