Review Buku : Girl in Pieces

Image result for girl in pieces
Sudah cukup lama sejak saya menamatkan novel ini, sekitar dua bulan lalu. Sebuah kebanggaan bisa menambah 1 buku lagi dalam list "Novel yang sudah ditamatkan Lulu", karena sangat jarang.

Informasi tentang novel
Judul : Girl in Pieces
Author : Kathleen Glasgow
Language : English
Hardcover, 416 pages
Published August 30th 2016 by Delacorte Press


Motivasi
Beberapa tahun lalu, saya pernah membaca sebuah novel berjudul "Sepasang Kaos Kaki Hitam" yang katanya adalah cerita nyata. Bercerita tentang seorang wanita penderita self-injury berjuang sendirian menjalani kehidupannya yang kurang beruntung, kemudian bertemu dengan author dalam satu kos-kosan. Mereka berdua menjalani bertahun-tahun bersama dan terjebak dalam cinta beda agama. Pada akhirnya, mereka berdua terpisah, wanita tersebut "sembuh" dari penyakitnya dan mereka menjalani kehidupan normal mereka masing-masing.

Motivasi khusus tersirat dalam hati saya ketika terdapat dorongan untuk mencari sebuah novel tentang mental illness seperti sebelumnya. Saya merasa inspirasi kuat bisa mendorong saya ketika mendengar cerita-cerita tentang bagaimana seorang manusia menghadapi mental illness-nya.

Begitu banyak novel tentang mental illness yang saya temukan, tentu hanya tentang mental illness tertentu yang menyita perhatian saya. Salah satunya adalah Girl in Pieces dan mendapatkan buku ini pun tidak sulit. Akhirnya saya mulai membaca novel ini dan menuntaskannya dalam 4/5 hari.

Review
Novel  bercerita tentang seorang remaja perempuan bernama Charlie Davis, ayahnya meninggal, mengalami kekerasan oleh ibunya, ditinggalkan sahabatnya, menjadi korban penjualan anak, tinggal dijalanan, mengalami pelecehan, lalu pada akhirnya terjebak dalam self-harm. Charlie kemudian berakhir pada sebuah panti rehabilitas untuk pasien self-harm. Tentunya penderitaan kehidupannya tidak hanya sampai di situ.

Pada setiap ketidak-beruntungan Charlie, gambaran ketakutan Charlie terhadap dunia yang seiring berjalannya waktu terus bertambah terasa sangat nyata. Yang sangat mengagumkan dari tokoh Charlie adalah dalam setiap rasa takutnya, dia semakin belajar cara bertahan hidup, tidak jatuh dalam keinginnanya untuk menghancurkan dirinya sendiri. Dia menyimpan setiap pelajaran dari masa buruknya dan kembali bangkit bertahan hidup, seperti mengumpulkan reruntuhan sebagai sebuah bangunan sementara sampai bisa membangun sesuatu yang permanen.

Image result for girl in pieces quotes

Novel Girl in Pieces, secara keseluruhan adalah cerita mengenai turun dan naik kehidupan Charlie, bagaimana Charlie terus hidup untuk mencari kehidupan yang benar. Ntah berapa kali turun dan naik, tidak bisa saya hitung lagi. Pada setiap cerita turunnya kehidupan Charlie, saya turut berduka untuk Charlie. Namun pada setiap cerita naiknya saya merasa bangga pada Charlie.

Novel ini memberikan gambaran nyata, tentang sudut pandang penderita self-harm. Tentang keinginan untuk menghindari, keinginan untuk keluar, ketergantungan yang kuat, merasa kecil terhadap dunia, ingin menghilang. Semua tergambar begitu nyata.

Terutama mengenai ketergantungan yang kuat, saya rasa author menggambarkannya dengan sudut pandang yang tepat. Pada cerita, Charlie bertemu dengan seorang pecandu di mana Charlie "menggantungkan" kehidupannya pada orang itu. Meninggalkan banyak hal, berbuat hal yang salah, menentang orang-orang, kemudian biasanya dikenal dengan "mabuk cinta" pada orang tersebut, padahal Charlie awalnya hanya dimanfaatkan untuk perantara mengambil obat-obat terlarang, kemudian Charlie menemukan kesenangan lain yang terasa sangat salah.

"No normal person will love us"

"You know, I met this girl recently and she was real cute and everything but a little bit sad, you know how girls can get, right? But I thought, Hey, Riley, maybe you need a sad girl, kind of balance you out, maybe if you put your problems with all her sadness, you two can’t help but be happy. Right?"

Yak, novel ini tidak terlepas dari sebuah cerita cinta. Agak menggeramkan sebenarnya. Tapi kalau dalam pandangan cinta, yak ini happy ending sebenarnya. Rasa kecil para penderita self-harm tentang percintaan sangat tergambarkan, beberapa kali. Tidak hanya dialami sang tokoh utama, tapi oleh tokoh lainnya. Pada akhirnya quotes bergaris miring adalah favorit saya, saya approve. Kalau yang normal tidak mau, sama yang tidak normal saja, kalian so sweet kok, semoga langgeng.

Image result for girl in pieces quotes
Scream in fan-girling

Satu lagi tentang novel ini yang melekat dalam hati saya adalah tentang Charlie dan hobinya. Charlie sangat suka menggambar, sering menggambarkan tokoh-tokoh dalam hidupnya dengan alat lukisnya ketika dia merasa resah. Hobinya juga yang kemudian membawa dia pada kehidupan yang lebih baik, sebuah karir, dan pengakuan.

Tidak, tidak banyak quotes menginspirasi dalam cerita ini. Tapi banyak kata-kata yang begitu lama saya cari untuk menggambarkan keadaan. Novel ini menginspirasi melalui jalan cerita dan sudut pandang tokohnya, tidak banyak quotesnya.



Saya sangat speechless ketika menyelesaikan novel ini. Hampa. Ketika membaca novel ini, banyak rasa saya rasakan, sedih, senang, bangga, sulit digambarkan. Ketika selesai membaca novel, saya merasakan kehilangan rasa-rasa tersebut. Tapi motivasi dan pelajarannya tetap melekat, tetap bangkit.

Rekomendasi sangat terlempar baik bagi penderita self-harm, maupun yang tidak. Karena novel dapat memberi semangat tinggi untuk tetap bertahan hidup, seperti Charlie :) Dan bagi yang ingin mendapatkan wawasan dan pandangan lebih pun, membacanya akan membuka pengetahuan tentang self-harm.

Keep going, and you'll see beautiful things ahead.

Comments

  1. Om, kalau ada artikel random lain, share dong. Bikin blog baru atau gimana wkwkwk

    ReplyDelete
  2. Jadi novel ini berdasarkan kisan nyata atau?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sejauh yang saya tahu, novel ini tidak berdasarkan kisah nyata..

      Delete

Post a Comment

Popular Posts