2020 #BeBetter

New year, new me ... ea

Tapi tau gak sih, gak cuma new year doang, tapi setiap hari itu kesempatan untuk jadi pribadi baru yang lebih baik. Kenapa mesti menunggu tahun baru untuk jadi baru ?

Saya pribadi sering melakukan evaluasi, tidak setahun sekali, tapi setiap ada momen besar dalam perjalanan, saat ada kesalahan terjadi, saya selalu melakukan evaluasi. Maka dari itu, saya adalah tipe orang yang butuh untuk merekam jejak kegiatan saya setiap harinya.

Selalu, setiap tahun, hal paling besar yang saya evaluasi adalah bagaimana saya mengatur/mengorganisir kehidupan saya selama setahun ke depan. Bagaimana saya akan mengukur kesuksesan saya? Bagaimana cara saya set target saya dan tidak "jalan2"?

Why is that even important? kenapa saya begitu idealis? Memang ada apa dengan hidup yang ya udah jalanin aja, kenapa mesti ribet-ribet ngelakuin hal gitu sih.

Gatau sih, sebenernya gaada yang salah dengan "yawda jalanin aja...", tapi saya pribadi merasa saya sudah hidup cukup lama, 20 tahun, untuk mengerti diri saya. Orang punya cara berbeda pasti untuk menjalani hidupnya. Saya orang yang suka menulis kenangan, saya orang yang suka melihat diri saya tumbuh dan berkembang, saya orang yang suka mengurus banyak pekerjaan (sejak kuliah sih), saya selalu banyak pikiran yang kalau tidak dilampiaskan bisa meledak, dan saya orang yang suka mengevaluasi diri.

Bayangkan begitu banyak manfaat yang saya dapatkan dengan melakukan organisir kehidupan ini. Di antara manfaatnya bagi saya itu :
  • Jadi bisa melihat perkembangan saya
  • Bisa melihat kenangan-kenangan yang telah lalu 
  • Saya bisa fokus pada pekerjaan-pekerjaan yang mungkin saya prioritaskan 
  • Saya juga bisa mengukur kesuksesan saya dan mengevaluasi diri selalu 
  • Saya selalu menambahkan catatan terus menerus sepanjang jalan, meluangkan semua pikiran saya dalam 

Sejak tahun 2017, saya mulai menyadari bahwa saya membutuhkan sesuatu untuk mengorganisir kehidupan saya. Maka dimulai pada tahun 2018, saya bergerak.

TAHUN 2018
Yak ini, awal sekali saya mulai mengorganisir kehidupan, saya belum tau apa-apa, dan baru kenal yang namanya sticky notes. Sebenernya juga awal mulanya pake ini karena lihat seseorang yang saya kagumi dari ITB, pas dia punya hal penting langsung buka aplikasi sticky notes di laptopnya. Ohh akhirnya saya coba lah, mencatat hal-hal yang diperlukan, saya organisir lah sticky notes sedemikian rupa sehingga ada banyak sticky notes yang mencatat weekly deadline, jadwal, resep makanan, dll. pokoknya di situ tempat saya mencatat semuanya. Kurang lebih begini bentuknya :

Pic 1. Organisir dengan sticky notes

Tapi lama kelamaan, sticky notes saya semakin banyak karena semakin banyak yang ada di otak saya, terus bertambah sampai memenuhi layar laptop, akhirnya laptop saya suka nge lag saking beratnya.

TAHUN 2019
Okay... di tahun 2019 saya tidak mau punya sesuatu yang bisa mengganggu laptop saya dan mengganggu penglihatan. Juga, di tahun 2019 saya ingin mencoba sesuatu yang baru, yang lucu-lucu kayak perempuan-perempuan seumurku (maklum, baru ngerasain jadi perempuan pas di kuliah). Ini saya termakan snapgram teman, yang bikin planner lucu-lucu gitu. Akhirnya saya cari di toko online, bertemu lah saya dengan planner ini. Isinya lengkap kali bung.


Pic 2. Book planner yang saya beli
Awal-awal semangat kali saya bung, pasanglah semua target itu. Dan perlu diketahui, bahwa di buku itu, plannya setiap minggu rinci beserta keuangan, ibadah, dan prioritas. Semangatlah saya, hidup saya akan terorganisir sangat dengan begini. 2 bulan pertama berjalan lancar, bahkan di belakang buku ada notes, itu selalu saya isi dengan materi kajian di kosan.

Namun memang dasaran anak ilmu komputer, maennya depan laptop mulu, susaaah banget megang buku ini, kayak selalu gaada waktu, sedangkan buku ini mengharuskan kita menyentuhnya selama 365 hari setahun. Belom lagi, buku ini gabisa saya bawa-bawa ke kuliah, nambah berat tas, saya mesti nunggu pulang kuliah, baru ngisi ini. Pulang kuliah boro2 megang buku, langsung nyari colokan, mejeng, tidur. Ujung2nya kosong sekali tidak tersentuh, berlanjut saat ramadhan, terus tidak pernah keisi lagi, duitku melayang... okay gapapa buat bahan evaluasi. LULU GA COCOK PAKE BUKU.

Oiyaa.. di tahun 2019 saya lebih banyak terbantu oleh Google Notes/Google Keep dalam organisir kehidupan.


Pic 3. Catatan saya di Google Notes sepanjang setengah tahun 2019


TAHUN 2020
Jadi akhir tahun 2019 lalu, mengingat tentang book planner saya yang lalu, saya sebetulnya begitu menyukai bagaimana rincian buku itu, yang per minggu mesti mencatat segala macem, tapi buku ini gak fleksibel karena mesti per hari juga ngisinya. Di tambah lagi tidak menguras memori laptop. Saya merasa mesti mencari hal baru di 2020 untuk planner saya. Tapi apa ya... sesuatu yang bisa melekat di sesuatu yang saya bawa-bawa terus. Aha.. laptop benar, sesuatu di laptop, ga mungkin sticky notes lagi. Lalu mengingat setiap laporan kuliah yang saya tulis bahwa "Teknologi sudah berkembang, ada yang namanya internet"
hooo.... ternyata saya pintar, teringat akan gerak gerik teman saya yang mengatur daftar tugas-tugasnya di Trello. Sebuah platform untuk organisir hal-hal tinggal drag and drop. PINTAR! akhirnya sebelum tahun baru, saya kejar bikin sebuah custom planner di Trello. Bagaimana caranya, jadi gini
  • Untuk memudahkan menemukan boardmu, bikin sebuah team yang isinya hanya kamu doang

Pic 4. Team trello

Di dalam team itu, pastikan kamu membuat cukup board untuk setahun dengan keterbatasan fitur gratis (10 board/tim). Saya pribadi membuat 8 board, di mana 6 board yang di setiap board menampung kegiatan saya selama 2 bulan, lalu ada board untuk schedule saya yang tetap, dan ada 2020 Planner, yaitu plan umum selama setahun. 2 board saya simpan untuk backup, kalau-kalau suatu saat dibutuhkan.

  • Board 2020 Planner; berisi plan selama setahun, apa saja yang perlu dicatat? kurang lebih begini
Pic 5. Planner board

- Target : daftar target saya di tahun 2020
- Important notes : berisi notes-notes penting tentang kehidupan yang selalu saya capture sepanjang hidup
- Resolution : berisi resolusi 2020
- Responsibilities : berisi prioritas tanggung jawab saya sepanjang tahun 2020
- Evaluation : berisi evaluasi tahun 2020 yang saya temukan di jalan, sehingga bisa saya ingat dan perbaiki terus
- Target/Hal penting setiap bulan

  • Board Daily Schedule; berisi jadwal saya setiap hari, untuk saat ini berisi jadwal kuliah saya karena belum ada kegiatan lain
Pic 6. Daily schedule board 


  • Board Planner bimonthly; berisi plan dan kegiatan saya selama 2 bulan.
Pic 7. Bimonthly planner January & February

Jadi dalam satu board bimonthly akan ada list:
- Weekly Task : berisi current task yang belom kelar, kalo udah kelar bakal pindah ke list minggu ini
- Monthly Things : berisi hal-hal yang idealnya diurusi bulan itu
- Weekly Record : berisi record setiap minggunya, apa yang sudah saya lakukan, dan termasuk ada catatan keadaan spiritual, emosi, dan fisik saya.

Di setiap cardnya akan merecord notes, checklist dsb keterangan dibutuhkan untuk kegiatan tersebut
Pic 8. Contoh isi card

__________________________________________________

Ada banyak hal tetang Trello yang saya suka:
  • Dia melekat dengan laptop dan bahkan handphone (ada aplikasinya), jadi bisa saya buka di manapun, tidak akan terlewat apapun.
  • Bisa custom planner sesuai dengan preferensi kita 
  • Tersedia template planner sebetulnya, ada banyak di Google (Contoh : https://trello.com/b/TFO9digb/week-planning-template | https://trello.com/b/fYmoGd4j/weekly-planner | https://trello.com/b/fDsPBXFt/board-of-templates) 
  • Kalau anda orang kaya, bisa pakai berbagai fitur berguna yang berbayar, contoh : connect ke google calender 
  • Bisa menyimpan banyak hal dan banyak catatan, bisa dalam bentuk gambar, file, tulisan, bahkan checklist 
  • Terecord dan terorganisir dengan baik mengingat ada fitur drag n drop dan label, jadi begitu hal tersebut selesai label dengan "SUDAH SELESAI" dan drag keluar dari "Current Task" 

IN THE END
Bagaimanapun cara anda mengatur kehidupan anda, tidak ada yang memaksakan dan setiap orang punya preferensi sendiri. Tapi yang belum terpikir, saran saya, coba pakai Trello, sangat bermanfaat.

Bagi yang belum melakukan organisir kehidupan, tidak masalah wkwk. Tidak semua orang punya hal sebanyak itu untuk diorganisir, dan tidak semua orang punya kemampuan yang lemah dalam mengorganisir hal-hal dalam otak wkwk soo, kalo kalian memenuhi kriteria orang-orang tersebut tidak masalah. Tapi kalau kalian tidak memenuhi kriteria tersebut, saya sarankan anda mulai mengorganisir kehidupan anda.

Cheers,
Lulz

Comments

Popular Posts