Bukan Exchange Biasa : Tentang JASSO Scholarship

Beberapa hari setelah saya dinominasikan ke universitas tujuan, saya mulai khawatir tentang biaya.


Saya sempat ditawarkan untuk mendaftar di tempat lain oleh KUI, yaitu ada pilihan dua universitas di Korea. Kenapa korea? karena Ibu Uri mengerti beasiswa adalah permasalahan saya, dan di Jepang mungkin akan sulit tentang beasiswa ini, sedangkan di Korea hampir dapat dipastikan yang pergi akan dapat beasiswa dari Korea yaitu Global Korea Scholarship (GKS).

Saya sebenernya tidak tertarik dengan tawaran itu, hmmm tidak tau kenapa, saya begitu idealis. Akhirnya saya tolak dengan terus mengkhawatirkan soal biaya. Karena penasaran saya rajin googling dan menemukan sebuah blog seseorang dari FIB UI yang juga pernah exchange ke Jepang. Saya banyak terbantu oleh cerita-ceritanya di blog. Kemudian setelah saya lihat di blognya, ada kontak yang bisa dihubungi, langsung lah saya hubungi. Begini percakapannya





Percakapan kami melalui email, gambar berurutan

Oke, setelah berbagi dengan teman saya juga, dapet kesimpulan bahwa, JASSO dulu itu emang buka untuk sekitar 5000 mahasiswa exchange. Sehingga HAMPIR semua yang berangkat dipastikan dapat. Tapi sejak tahun 2018 kalo gak salah, jumlahnya ditekan drastis jadi sekitar 1500 orang, sehingga harus melalui proses seleksi yang lebih ketat. Hmmm.. sekarang semuanya make sense.

Yasudah, saya berpikir untuk perjuangkan terus saja saat itu. Oke lanjuuutt.

Comments

Popular Posts