UI Lockdown : Waspada Virus Corona
Hari ini, telah keluar surat edaran dari UI berupa beberapa himbauan terkait dengan menyebarnya virus corona di Indonesia.
Surat edaran pertama kali keluar di malam hari, saat itu saya sedang di sebuah acara di luar UI. Lalu langsung ramai di grup membahas kalau kuliah akan "diliburkan". Ketika saya cek di grup, memang sudah ada surat edaran terkait hal tersebut, dan himbauan didasarkan atas kewaspadaan dan pencegahan penyebaran virus corona.
Sebelum surat edaran ini keluar, saya memang mendapat berita dari dosen saya, bahwa kelas Aljabar Linier (yang saya asdoskan) itu hanya akan ada kelas online dari UTS - UAS. Saya kira hal itu merupakan kebijakan dosen bersangkutan dan hanya berlaku di kelas Alin saja. Kemudian, surat edaran muncul dan menyatakan bahwa semua perkuliahan dilakukan secara online.
Dinamika Kewaspadaan Virus Corona di Lingkungan Saya
Virus Corona sudah menyebar di Indonesia sejak awal Bulan Maret lalu beritanya. Saya ingat sekali pertama kali beredar itu saat Senin, 1 Maret 2020. Saya habis dari Bogor naik KRL ke Depok untuk kuliah. Hari itu ada Daily Scrum PPL jam 12an. Akhirnya kita berkumpul, bukannya DS, malah ngerumpi akhirnya saya mendapat info bahwa virus corona pertama di Indonesia ADA DI DEPOK. Agak panik sebenernya, soalnya sebelumnya naik KRL takutnya udah ada yang kena virus di KRL pas itu. Sejak saat itu, saya tau, mesti cari masker dan hand sanitizer. Karena siangnya tidak sempat, jadi saya coba cari di malamnya.
Malam hari, saya keliling Depok (kukusan doang sih), wahh parahh... sudah habis semua dua item itu, masker dan hand sanitizer. Tapi karena saya tahu di kosan ada masker dan hand sanitizer disediakan di Fasilkom jadi saya tidak panik, hanya sedikit kecewa saja... Jadi yaa warga depok ini sudah sangat waspada sekali yaa...
Saya sendiri sudah mulai menjaga jarak sama orang, ga peluk2an lagi dan kalo mau dipeluk langsung menjauh WKWKKWK tiap hari pake masker dan ngejauhin orang2 yang lagi sakit. Dan kebetulan saat itu temen kosan saya ada yang sakit, wahh heboh lah orang tua saya, langsung disuruh pulang ke Bogor, tapi mengingat kewajiban dan hak saya di kosan, jadi saya coba kasih pengertian ke orang tua.
Kalau di rumah saya, orang tua saya ternyata sudah sangat siaga, jauh sebelum corona masuk ke Indonesia, sudah borong masker KWKWK. Lalu seminggu setelah berita corona virus pertama, saya pulang ke Bogor, di sana sudah disuguhkan sebuah jamu antivirus, diramu dari kunyit, jahe, dan herbal-herbal lain mashaAllah PAHITNYA. Kalau didengar namanya yaak ini aneh sih, masaiya jamu antivirus, tapi kalau diliat dari khasiat jamunya memang yaa bagus buat tubuh, akhirnya saya minum. Saat itu belum ada teknologi madu, jadi saya minum pahit2nya itu.
Di Fasilkom sendiri, kewaspadaan selalu meningkat. Awalnya terdapat fasilitas hand sanitizer gratis yang saya juga ga sadar ada sejak kapan. Pokoknya sangat membantu mengingat bahan tersebut sudah habis di pasaran. Hand sanitizer tersedia hampir di tiap titik2 gedung Fasilkom, gedung lama maupun gedung baru. Jadi setiap naik lift, masuk kelas, saya rajin pake heheh. Lalu beberapa minggu kemudian, mulai diperiksa suhu kalau ada yang masuk ke Fasilkom. Belakangan satpam Fasilkom sudah siap dengan senjata dan catatannya setiap ada yang masuk. Dan bukan cuma itu, di kelas pun beberapa dosen menerapkan kewaspadaan, seperti menyuruh mahasiswa memberi jarak tempat duduk, dll.
Lalu di kereta, di beberpaa gerbong juga disediakan hand sanitizer. Saya was was sekali kalau di kereta ini, saya ga berani pegang handle gantung, maupun pintu, apapun lah wkwk. Terakhir saya pulang dari Depok itu, 14 Maret, saya lengkap memakai sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak dengan apapun dan siapapun di kereta.
Sebenarnya kalau soal was was dan berlebihan, mengutip kata-kata dosen ketika berdiskusi tentang COVID-19 dalam ajang mapres Fasilkom, jadi sebenernya virus ini bukan sesuatu yang harus kita panikkan, mortality ratenya juga tidak begitu tinggi,tapi dengan laju penyebarannya itu, kita mesti cut the spread, mortality rate kecil, tapi kalau jumlah yang terifeksinya banyak, yaa banyak juga.
Saya juga sempat sakit
Saya pribadi sempat khawatir karena di seminggu setelah 1 Maret itu, saya demam. Tapi saya tahu kenapa, KARENA UJAN2AN DAN BEGADANG, yaa wajar lah demam. Udah biasa banget buat saya, kalo abis demam, pasti disertai pilek, batuk, sama asma. Terus yaa minggu itu memang lagi minggu-minggu gilaaa, akhirnya daya tahan tubuh menurut + ujan2an, ampun deh, sakit, stay di Bogor akhirnya, bahkan ga kuliah dua hari gitu.
Berikutnya, demam turun, lalu muncul batuk, sakit klasik saya... batuk disertai sesek, terus ngajar mahasiswa, suara jadi serak. Pas sampe rumah di Bogor dengan keadaan begitu, sampe ditanya orang tua "Kamu kena corona?" . Astaghfirullah, jangan sampe lah... tapi sekarang saya sudah sembuh total alhamdulillah.
Surat Edaran UI
Kembali ke hari ini, surat edaran tersebut dimaksudkan bukan untuk membuat semua panik, tapi demi kewaspadaan dan pencegahan penyebaran. Isi poin dari surat edaran yang saya highlight itu antara lain:
1. Penerapan kuliah jarak jauh daring untuk sisa semester ini
2. Himbauan untuk pulang ke kampung halaman untuk semua mahasiswa
3. Melarang mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan untuk pergi ke luar negeri
4. Harus membatalkan kegiatan yang menimbulkan kerumuman banyak orang
Langsung kepikiran beberapa hal:
1. Loh Fasilkom kan lagi UTS gimana ceritanya
2. Kalau pulang ke Bogor ga ikut kegiatan asrama dong
3. WAHH SAYA BARU DAPET BEASISWA KE AUSTRALIA GIMANA CERITANYA
4. RISTEKKU KAPAN KAT!! Internal class apa kabar, duitnyaaa, urusan segala macemnyaaa
5. Asistensi Alin GIMANAA
6. BYE CLIENT PPLKU!!
Pusing gaan... jadi saya yang overpanic.. tapi kayaknya emang ditakdirkan untuk santai dulu...
Malamnya, dapat berita bahwa Fasilkom akan menyelenggarakan UTS seperti biasanya... yang berarti besok banget masih ada UTS... Mari kita lihat...
Lalu ini ada shitpost yang ga terlalu toxic menurut saya menggambarkan nasib anak2 Fasilkom saat itu..
Di malam hari juga, banyak mengobrol sama teman asrama, yang ingin saya kutip adalah "Mungkin nanti ini yang bakal kita ceritain ke anak2 kita kayak orang tua kita ceritain pas masa Reformasi, dkk dulu"
Loh iyaaa... Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini!
Stay safe teman-teman!


Comments
Post a Comment