What I Like About Social Distancing

Ini sudah minggu kedua sejak terakhir kali saya bersosialisasi di luar rumah. Yakk terakhir adalah ketika saya menemui teman-teman kosan untuk mengambil motor..

Pandemi COVID-19 mendorong saya untuk #stayhome atau #dirumahaja . Bukan karena saya takut mati, tapi sebagai manusia saya berusaha untuk tidak mati karena kebodohan. Penyakit menular itu datangnya dari Allah, menular juga karena izin Allah, tapi manusia tetap harus ikhtiar dengan cara yang manusiawi juga. Lagipun karena tidak ada kepentingan, kuliah sudah dijadikan online, semua urusan bisa diurus online, kenapa mesti susah-susah keluar kan ya...

Tapi memang beberapa hal banyak berubah ketika social distancing ini dimulai...
- Pertama, wajah saya jadi lebih berminyak dan berjerawat, karena selalu memandang laptop, always online, terpapar radiasi berbahaya. Saya jadi memutuskan untuk melakukan perawatan wajah di kala social distancing ini, akhirnya jadi cewek. 
- Kedua, semakin stress mengatur waktu, padahal sedang libur yaa.. Tapi justru karena di rumah, tanggung jawab jadi meningkat. Di samping belajar, mengasdos, dan ngurusin Ristek, tentunya di rumah mesti membantu ibu mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Belum lagi kodaan kasur setiap detik. Haduu, makin stress
- Ketiga, semakin stress karena bersosial menjadi terbatas. Yakk.. beberapa hari memang tidak terasa, tapi ketika menginjak hari ke-10 mulai terasa aneh. Biasanya saya sampai tengah malam ada teman untuk diajak mengobrol. Tapi sekarang, jam 8 rumah saya sudah gelap karena orang-orang di rumah sudah tidur.

Selain hal tersebut, social distancing juga mengubah jadwal harian saya.
Tentu di tengah social distancing ini, saya banyak menyesuaikan diri. Saya tipe orang yang selalu senang merencanakan kehidupan, salah satunya adalah jadwal harian. Penyesuaian diri juga terjadi untuk mencegah kejenuhan atau stressout karena social distancing.

Dan Hey! It's kinda fun tho.. gini loh cara saya menyesuaikan diri agar tetap merasa fun ketika social distancing!

1. Tidur
Jam tidur saya jujur sangat berbeda jauh dengan sebelumnya. Pagi, siang, malam saya tidur, biasanya saya begadang atau tidur larut di Depok. Sekarang sepertinya meningkat 2,5 kali lipat jam tidur saya.

Jadwal kegiatan subuh di asrama tergantikan oleh tidur, jam2 nongkrong di plaza juga tergantikan oleh tidur, jam mengerjakan tugas di malam hari pun tergantikan oleh tidur.

Sebuah peningkatan dan kelegaan karena jam tidur saya tercukupi, tapi sedikit menimbulkan kekhawatiran ke depannya karena takut terlena untuk tidur di saat saat genting.


2. Berjemur dan Olahraga
Yakk.. sebenarnya ini ga berubah jauh sih.. hanya saja sebelumnya saya melakukannya hanya 2 kali seminggu.. sekarang setiap hari. Jadi untuk meningkatkan imunitas dan khususnya terhadap COVID-19, kami sekeluarga biasanya akan berjemur di bawah matahari jam-jam 9an. Terkadang saya berolahraga sambil berjemur itu seperti main badminton, atau hanya sekedar pelenturan dan pemanasan..

Walaupun tidak jogging seperti biasanya, tapi ini tetap bisa jadi alternatif, waktu-waktu menghirup udara luar, walau hanya di halaman rumah. Tetep fun!



3. Belajar lebih dalam tentang agama
Ini adalah hal yang saya rasa paling tepat dilakukan di saat-saat seperti ini. Biasanya saya dibutakan dengan urusan-urusan dunia, tapi sekarang, urusan dunia melemah. Di tambah kejadian karena pandemi COVID-19, saya merasa menuntut ilmu agama adalah hal yang harus saya fokuskan saat ini bersamaan dengan menjalankan amanah tentunya. Allah tunjukkan bahwa dunia ini hanya sementara, diberikan wabah ini saja, sudah tidak karuan jadinya...

Jadi saya memulai dengan mempelajari ulang materi-materi di asrama, terutama bahasa arab, karena bahasa arab itu adalah alat untuk mengerti kitab-kitab yang diajarkan ketika di asrama (Soalnya bahasa arab semua T,T).

Sebuah keajaiban terjadi, saya tidak pernah mencatat serapih ini selama bersekolah :") Semoga Allah jaga terus semangat saya dan meningkatkannya, dan semoga Allah munculkan semangat itu dalam diri teman-teman saya juga. YUK SEMANGAT!



4. Membaca dan menghafal Al-Quran
Di samping pelajaran rutin di asrama, yang hilang juga adalah suara-suara gema teman-teman asrama ketika murajaah atau menghafal Al-Quran. Tentu kejadian ini tidak boleh membuat satu ayat pun hilang dalam satu hari.

Menghafal Al-Quran ini justru menjadi salah satu kegiatan yang fun. Kapan lagi bisa menambah justifikasi di hari akhir ketika ditanyakan seberapa paham kamu dengan pedoman agamamu (Al-Quran). Saya punya target! Jadi di saat-saat seperti ini lah kesempatan saya untuk menggapai target tersebut, sedang diisolasi, semogaa hafalannya terjaga!



5. Membaca Buku
Salah satu peningkatan yang terjadi sejak ada COVID-19 adalah saya jadi suka membaca buku. Sebenarnya tidak suka-suka banget sih, hanya saja membaca buku bisa jadi salah satu pilihan untuk mengisi waktu dengan positif. 

Karena di asrama juga saya diberikan buku yang sangat banyak, sayang kalau tidak dibaca! Jadi mungkin ini saatnya, membaca!




6. Minum dan makan sehat yang esktra!
Hehehehh.. Ini tidak dipungkiri lagi, sejak berada di rumah, tidak satu pun dari makan pagi, makan siang, makan malam yang terlewat. Untuk menanggulangi pandemi ditambah dengan minum susu 2x sehari pagi dan malam. Lalu makan buah. Dan yang terakhir adalah minum jamu!

Jamu ini awalnya nggak enak loh.. pahit soalnya.. Tapi lama-lama si mbok yang bikin jamu ini meracik-racik lagi, yaAllah jadi favorit tiap hari!! Jadi jamu si mbok ini mengandung kunyit, jahe, sereh, apa lagi ya lupa, pokoknya yang bikin anget2 gitu, ditambah dengan manis2 gula aren, mashaAllah favorit sekali!



7. Membantu pekerjaan rumah tangga
Hal yang wajib saya lakukan kalau di rumah sebenarnya. Jadi ketika di rumah saya tidak akan lepas dari: beresin kasur, nyapu, rapihin kamar-kamar, bantuin masak, seharusnya belanja tapi karena lagi #stayhome jadi gaada belanja.

Jadi rutinitas sekali ini, setiap pagi, bangun langsung kerja, siangnya bantu masak. Tapi bener-bener yak, meningkatkan produktivitas sekali, kalo tidak ada kegiatan ini, paling kepala saya sudah pusing setiap hari karena kebanyakan tidur.



Tapi yang paling membanggakan yang saya lakukan adalah... MERAPIHKAN KAMAR. Karena kamar saya yang ditinggalkan jauh dari Depok, sangat berdebu dan berantakan. Rapihnya itu sangat membuat hati saya tentram... Merapihkan kamar juga jadi hal yang penting karena nantinya saya akan belajar secara online di sini, lingkungan bersih dan nyaman itu penting!



8. Menggambar dan mendengarkan musik
Ketika stressout, saya sangat senang mendengarkan musik. Dari musik ini saya merasa ingin mengekspresikannya melalui gambar. Menggambar ini adalah pilihan saya ketika sudah stress dan jenuh.

Beberapa hari ini pun, saya sudah merasa jenuh. Kepanikan dan kejenuhan saya terasa sedikit menurun ketika saya menggambar, walau hanya menggambar singkat, tidak sampai 30 menit.. setidaknya ide saya terealisasikan.. 




9. NGASDOS!
Motivasi saya adalah karena ngasdos merupakan sumber pemasukan. Karena saya tidak ada kegiatan, tidak ada pengeluaran, waktu yang pas untuk menabung! Jadi semakin semangat untuk mengumpulkan uang!


10. Bersosial secara online
Walau baru beberapa kali dilakukan, tapi setidaknya ini adalah satu2nya cara untuk saling bertukar cerita dengan teman. Setidaknya setiap minggu saya akan bersosial online melalui video call ketika mentoring, tapi sebenarnya ada beberapa kegiatan kelompok juga yang mendorong untuk video call ini..

Social distancing boleh.. tapi jangan sampai putus sosialnya! Setidaknya chat2 menanyakan kabar, kan.. heheh saya pribadi ketika social distancing sering menanyakan kabar orang-orang. Karena sebenarnya pasti ada teman-teman yang juga stressout dengan keadaan saat ini lho!



.
.
.

Sejauh ini, hal-hal tersebut lah yang menjadi kegiatan saya selama social distancing. Ada beberapa hal yang idealnya bisa dilakukan dalam keadaan ini, tapi tidak saya lakukan. Seperti: volunteer, excessively ngoding, atau mengambil course online. Hal tersebut bagus kok! Hanya saja saya masih belum sempat melakukannya. 

Sebenarnya menyenangkan social distancing ini dengan segala hal yang bisa kita lakukan. Yang penting adalah bagaimana bisa mengisi waktu-waktu di social distancing ini dengan hal-hal positif sehingga pikiran negatif baik itu dari diri sendiri maupun luar tidak akan punya kesempatan untuk masuk! 

.
.
.

...

Tapi waktu terasa begitu singkat belakangan. Setiap hari saya menjadwalkan "hari untuk melakukan apa". Apakah belajar? atau ngasdos? atau istirahat? Saya akan fokus pada hal tersebut di hari itu. Tapi memang waktu tidak pernah cukup, masih banyak hal yang ingin saya lakukan, semoga target-target saya bisa terpenuhi sebelum masa tenggat waktu!

Comments

Popular Posts