Keresahan Akan Ilmu
Ketika saya hidup sedari dulu, merasa senang ketika bisa menjawab soal lebih banyak dari yang lain. Saya merasa senang ketika diterima di sekolah yang lebih baik daripada yang lain. Merasa senang ketika memenangkan kompetsisi. Selama ini saya hidup dengan ilmu. Tapi tidak pernah sadar ternyata ilmu lebih bermakna, ilmu lebih berbahaya, dan ilmu juga yang menjadi cahaya penerang dalam kegelapan. Saat inilah saya baru mengerti bahwa inilah ilmu.
Maka, hanya hati yang bersihlah yang dapat sanggup menerima ilmu. Ketika hati yang bersih bisa mengarahkan seseorang menuju tujuan ilmu itu diraih, inshaAllah ilmu yang dituntutnya adalah ilmu yang bermanfaat dan menjadi penerang baginya di sepanjang perjalanan hidupnya. Maka sebaliknya, ilmu yang ditampung oleh hati yang tidak bersih adalah ilmu yang hanya sampai di mulut. Hati tersebut tidak bisa mengambil manfaat dari ilmu yang didapatkan.
Ada baiknya, sebelum kita menuntut ilmu, bersihkan hati kita. Ingat-ingat bahwa ilmu yang kita punya bisa sia-sia. Jangan lupa juga bahwa ilmu yang terpenting dan Allah ridhai sejatinya adalah ilmuddiin. Maka ketika jabatanmu tinggi, IQmu tinggi, nilaimu tinggi, IPKmu tinggi, tapi tidak ada hasrat menuntut ilmu agama ataupun kamu tidak berusaha menuntut ilmu agama. Semuanya sia-sia.. untuk apa? Allah tidak akan bertanya berapa IPK-mu, Allah tidak bertanya IQ-mu..
Maka ada baiknya, ilmuddiin tidak pernah dilupakan bahkan di setiap detik kehidupan kita. Ilmu ini yang menolong kita dari kejahilan menjadi terang penuh hidayah Allah.
Ini adalah reminder untuk saya dan juga teman-teman.. Semoga Allah selalu menjaga hati kita dalam jalan ilmunya.. Memudahkan kita dalam menempuh ilmunya. Untuk teman-teman juga yang selalu berjuang tetap belajar ilmuddiin di tengah hiruk piruk duniawi, kalian keren! Allah yang akan membalas jerih payah tersebut.
Wallahu a'laam..
Keresahan akan ilmu
Ketika dulu saya merasa saya bisa menjawab soal, saya merasa sudah berilmu. Saya merasa lebih berilmu dari yang lain ketika mendapat peringkat 1, ketika masuk ke perkuliahan yang bagus. Ketika saya bisa mengajarkan yang lain, saya berilmu.
Namun semakin hari semakin ke sini, saya merasa resah dengan ilmu. Sebuah transisi perjalanan singkat di pesanstren kosan membuat saya sadar akan banyak hal. Tapi yang paling utama adalah SAYA TIDAK BERILMU. Ketika saya memikirkan jago ngoding berarti saya berilmu, tapi tidak, itu bukan ilmu yang sebenarnya.
Setiap muslim diwajibkan untuk menuntut ilmu, atas dasar itu orang berlomba-lomba dengan ambisi dunia. Apa yang manusia pikirkan tentang ilmu?
Ilmu bisa menjadi fitnah dunia yang sangat berbahaya untuk kehidupan. Inilah yang semakin saya sadari. Ketika orang berlomba-lomba untuk berprestasi.. Untuk apa? Memperbaiki CV? Mendapat pekerjaan? Disenangi semua orang? Mendapat kekayaan? Jabatan? Posisi dan kemewahan? Lalu ketika mendapatkan kesempatan duniawi langsung menggebu-gebu hatinya ingin meraih perhiasan dunia tersebut. Karena ambisi dunia semata, saya sedih melihatnya..
Ilmu adalah permata mutiara
Yang saya tahu ilmu adalah karunia dari Allah dan hanya digunakan untuk membuat kita lebih dekat kepada Allah. Ketika ilmu yang kamu punya membawamu pada ambisi dunia tidak henti, apakah itu masih karunia? Mungkin ilmu itu justru azab untukmu, ketika kamu hilang arah dari negeri akhirat tempat berakhirmu karena ilmu, kamu harus khawatir. Mungkin Allah tidak menginginkanmu di jalan orang-orang yang diberikan karunia-nya.
Belakangan, ketika melihat teman-teman satu per satu mulai kehilangan arah pulang, karena ilmu, karena ambisi dunia, saya ikut resah. Jangan-jangan saya masuk dalam orang-orang yang diberi fitnah ilmu. Instan rasa kesedihan memenuhi hati saya, ketika belum bisa menjadi ciptaan-Nya yang benar-benar taat. Disentil oleh kenikmatan dunia sedikit langsung hilang arah. Na'udzubillah :'"(
![]() |
| Source tertera |
Ketika seseorang menuntut ilmu kemudian ilmu tersebut menjadikannya haus akan dunia. Mengejar ambisi dunia adalah hal yang tak henti-henti. Ilmu yang untuk dunia itu tidak akan pernah membuatmu puas, membuatmu senang berlebihan dan sekaligus sedih tidak karuan. Ketika nilai jelek membuatmu tersedih-sedih sampai stress padahal itu bukan lah tujuan akhirmu. Ilmu itu benar-benar hanya hiasan dunia. Apakah sudah hilang arah?
Ketika ilmu dibangun atas niat karena Allah, dituntut untuk tujuan pada Allah, inshaAllah ilmu itu akan bermanfaat. Begitu juga ketika ilmu dibangun di atas jalan Allah, kita selalu sadar bahwa tujuan akhirmu bukan ilmu ini, tapi ridha Allah. Tidak akan ada kesedihan tidak karuan yang mengganggu, tidak ada juga rasa haus akan dunia yang menguasaimu. Kamu sepenuhnya berpasrah untuk ridha Allah, ilmu inilah yang menjadi penerang bagi kehidupanmu, penenang dalam khidmat, inilah nikmat Allah bagi pejuang ilmu. Allah yang akan selalu menolong pejuang ilmu di jalan ini.
Membersihkan Hati dalam Menuntut Ilmu
Kata Syaikh Shalih Al-‘Ushaimi hafizhahullah :“Bersihkan wadah ilmu, yaitu hati. Karena sesuai kadar sucinya hati, sebesar itupula kadar ilmu yang akan masuk kepadanya. Jika semakin bertambah sucinya hati, maka akan semakin bertambah penerimaannya terhadap ilmu.
Siapa yang ingin meraih ilmu, maka perindahlah batinnya, sucikanlah hatinya dari segala najis.” (Khulashoh Ta’dhimil ilmi, hal 9)
Dikutip juga ucapan beliau yang sangat indah:
"Ilmu adalah permata mulia. Tidak akan cocok bertempat kecuali di hati yang bersih."
Ada baiknya, sebelum kita menuntut ilmu, bersihkan hati kita. Ingat-ingat bahwa ilmu yang kita punya bisa sia-sia. Jangan lupa juga bahwa ilmu yang terpenting dan Allah ridhai sejatinya adalah ilmuddiin. Maka ketika jabatanmu tinggi, IQmu tinggi, nilaimu tinggi, IPKmu tinggi, tapi tidak ada hasrat menuntut ilmu agama ataupun kamu tidak berusaha menuntut ilmu agama. Semuanya sia-sia.. untuk apa? Allah tidak akan bertanya berapa IPK-mu, Allah tidak bertanya IQ-mu..
Maka ada baiknya, ilmuddiin tidak pernah dilupakan bahkan di setiap detik kehidupan kita. Ilmu ini yang menolong kita dari kejahilan menjadi terang penuh hidayah Allah.
Ini adalah reminder untuk saya dan juga teman-teman.. Semoga Allah selalu menjaga hati kita dalam jalan ilmunya.. Memudahkan kita dalam menempuh ilmunya. Untuk teman-teman juga yang selalu berjuang tetap belajar ilmuddiin di tengah hiruk piruk duniawi, kalian keren! Allah yang akan membalas jerih payah tersebut.
Wallahu a'laam..


Tamparan buat diriku. Makasih Luluu... 😊
ReplyDelete