River of Life (Sungai Kehidupan)

Saya adalah tipe orang yang suka panikan jika dihadapkan pada pilihan. Terutama belakangan, saya banyak mengganggu orang-orang untuk meminta saran yang padahal bersangkutan sama kehidupan sendiri wkwk :D

Untuk sedikit menangkan dan mengurangi kepanikan, saya mencoba menjabarkan hidup, tujuan, impian saya dalam sungai kehidupan.

Cita-cita Hidup dan Anomali
Sebenarnya saya bukan orang yang se-hilang tujuan itu dalam kehidupan. Tujuan hidup saya sudah di depan mata, tidak pernah sirna, tidak pernah berubah, tidak beranomali. Bahkan bicara tentang cita-cita pun, sedari SD dulu, ketika bocah-bocah ditanyain cita-cita yang jawabnya jadi dokter, polisi, guru, pokoknya profesi anak-anak lah. Saya sendirian yang terlalu look forward "Saya pengen jadi peneliti". Yak.. itu juga cita-cita saya saat ini.

Saya sempat kehilangan arah dulu, tapi itu memang karena faktor luar yang membuat jiwa saya terguncang beberapa saat. Saya tidak berani memikirkan masa depan. Saya tidak berani memikirkan saya mau jadi apa. Saya juga tidak berani untuk membangun mimpi apapun. Hanya menjalani hidup seperti arah arus sungai. Tapi ternyata arus sungai membawa saya kepada sebuah kehidupan baru. Saya suka dengan arus sungai kehidupan yang ini.

Inspirasi untuk Bercita-cita
Ketika dulu saya sampai di tahap tidak berani memikirkan masa depan, saya dipertemukan oleh arus sungai dengan berbagai orang. Terutama seorang perempuan yang selalu menginspirasi saya, mentor agama saya di SMA dulu (Teh Dije :D ). Dari dia, saya belajar untuk bercita-cita, dari melihat kehidupannya saya berani untuk berharap dan bermimpi, dari kehidupannya saya tahu bahwa semua pasti bisa dijalani, dan dari senyumnya saya merasa semuanya baik-baik saja nantinya.

Di kala itu, terutama sebuah lantunan kata-kata beliau yang selalu saya ingat ketika akan menuliskan impian adalah (kurang lebih yaa..) 

"Kita boleh menulis mimpi kita dengan pensil, sebanyak-banyaknya, sesukanya, tapi serahkan penghapusnya ke Allah.. biar Allah yang menghapus apa yang tidak baik untukmu"

MashaAllah, sangat bersukur dengan bagaimana Allah pertemukan kami. Saya mulai membangun mimpi, satu per satu. Awalnya tidak berani berharap, lalu mulai berani mengharap. Awalnya tidak berani mengungkapkan mimpi saya, menjadi terbuka untuk bisa menginspirasi orang.

River of Life
Istilah sungai kehidupan pertama kali saya kenal ketika mengisi mentoring agama untuk maba. Salah satu materinya adalah mengenai tujuan hidup. Tentu saat itu, saya bukan orang yang dulu tidak punya tujuan. Ketika saya mendengar tentang river of life saat itu, saya merasa ada yang kurang tentang sungai kehidupan yang ada.

River of Life – creative reflection | Divergent Thoughts
Contoh river of life (punya orang)

Terkadang dalam mencapai tujuan, saya dihadapkan dengan berbagai macam pilihan. Terkadang saya tergoda untuk singgah. Terkadang itu lah yang membuat saya panik. Saya rasa sebuah sungai kehidupan tidak simpel, sebuah sungai kehidupan bisa menggambarkan banyak hal tentang jalannya kehidupan. Terkadang bahkan ada hal-hal misterius yang belum kita ketahui tapi pasti akan kita temui pada arus.

Dengan segala kepanikan akan pilihan yang saya hadapi, saya mencoba menuliskan kembali sungai kehidupan saya, mencoba memvisualisasikan bagaimana masa depan saya akan berjalan.



Ketika saya mencoba menggambarkan kehidupan saya dalam sungai kehidupan ini, saya merasa ternyata kehidupan saya cukup clear tidak ada yang perlu dipanikkan. Semuanya terancang dengan baik hanya perlu sedikit memilih lalu menjalani kehidupan lagi. Kemudian teringat kata-kata roomate tercinta saya (Kenia) "Lu mau milih apa juga, lu ga akan rugi kok" debesss...  bener bat kata doi.

In the end
Bagaimana pun kehidupan dan arus sungai kehidupan berjalan, saya orang yang selalu siap untuk gagal. Hal ini karena saya pasrah pada Allah, saya menyerahkan penghapus kepada Allah. Saya berani banyak bermimpi, karena saya punya tempat untuk berpasrah. Ketika terjatuh untuk gagal, ketika senang karena berhasil, ketika bingung, saya selalu punya tempat untuk berpasrah dan berharap.Dan pada akhirnya.. hanya harap kepada Allah yang paling powerful..

Kenapa juga saya harus bermimpi? Karena saya ingin jadi orang yang bermanfaat sebanyak-banyaknya heheh.. memaksimalkan waktu di dunia untuk beramal dan bermanfaat dengan baik. Sekian.

Comments

Popular Posts