SKRIPSI TUH ENTENG!!!

Di tengah hectic mengejar deadline skripsi, tiba2 mikir "Kok gw mau2 aja ya ambil skripsi, laporan panjang, belum lagi deg2an nanti sidang, tugas2 matkul lain terbengkalai, padahal udah dikasih kemudahan di Fasilkom tuh ga wajib buat TA" (angkatankuh tentunya~ puk puk Quanta ke bawah)

Setiap nulis satu huruf di laporan, rasanya insecure minta ampun "Duh.. ini ntar bakal ditanyain gak ya pas sidang, mesti nyantumin sumber sih ini". Akhirnya googling sampe malem nyari sumber yang tepat dan terpercaya. 

Lalu tiba2 mikir "Yaampun.. ternyata skripsi tuh enteng banget loh!!". LOH KOK ENTENG!

Enteng loh dibanding para ulama dan para periwayat hadits di masa lalu. Kalau kita nulis satu huruf aja takut bakal diuji sama penguji sidang nanti, lalu bagaimana dengan para ulama? membuat buku yang begitu tebal, mirip skripsi, di setiap bagian mereka memberi keterangan dari mana mendapatkan ilmu tersebut, sumber yang melandasinya (hadits, Al-Qur'an, dll.), merangkum pendapat-pendapat ulama lainnya.

Tapi, apakah mereka punya dosen pembimbing yang bakal menguji mereka sebegitunya sampe meriwayatkan begitu panjang? Apakah dulu mereka bisa dengan mudah googling "Periwayat hadits X", "dari mana hadits X didapatkan", "apa derajat hadits X" atau nonton Youtube kajian ustadz X?

NGGAK! Mereka ga punya dosen penguji.. tapi mereka takut kepada Allah. 

Semakin tinggi ilmu mereka semakin takut kepada Allah, begitulah hakikatnya ilmu. MashaAllah melihat seberapa landasan hukum umat Islam dijaga oleh Allah melalui para ulama. Dalam islam, hadits ada derajatnya, ketika yang meriwayatkan hanya satu orang, akan ditulis seperti itu. Lalu dilihat pula darimana hadits itu diriwayatkan, apakah perawinya kuat hafalannya atau tidak. Para ulama mempelajari hadits tidak hanya dari isinya, tapi juga dari kehidupan yang meriwayatkannya hingga hadits dan ilmu tersebut terjaga hingga kini.

Lantas jaman dulu bagaimana seorang ulama bisa mendapatkan begitu banyak ilmu terkait hal tersebut? Bersafar.. hingga bertahun2 lamanya untuk mendapatkan ilmu tersebut. Banyak banget cerita ulama yang bersafar untuk meriwayatkan hadits dan mendapatkan ilmu, dari satu negara ke negara lain. Naik pesawat?? YA NGGAK LAH. Kebayang ga si.. usaha para ulama dalam menulis buku, meriwayatkan hadits, menjaga umat islam agar tetap berlandaskan pada ilmu yang benar.

Skripsi tuh enteng kan ternyata, yakin masih mau ngeluh lagi??

ternyata ada hikmah dari Allah dibalik kesulitan yaa.. ga yakin bakal inget akan hal ini kalo ga ngambil skripsi heheh. Wallahu a'lam.


- Luulz

(30 Desember 2020)

Comments

  1. Senpai Terbaikkkkkk. Masya Allah Tabarakallah semoga ilmu mu berkah yah bundd :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts