Jejak kebermanfaatan
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).
Melalui hadits ini, muncullah sebuah keinginan untuk menebar kebaikan lebih banyak lagi di semester akhir saya. Salah satu wadah untuk melakukan hal tersebut adalah menjadi Mentor PMB Fasilkom UI.
Semester akhir, bukan waktu yang luang, apalagi dibarengi skripsi dan beberapa amanah non akademis. Tapi sebuah keinginan muncul di benak saya untuk menjadi seorang mentor di PMB Fasilkom UI. Sempet kepikir kayak "wahh gila ya saya" tapi ujung2nya saja tetap terobos menjadi seorang mentor PMB. Biasalah suka kebiasaan nerobos2 gitu :)
Motivasi
Untuk saya, menjadi seorang mentor adalah sebuah jalan pintas untuk menebar kebermanfaatan. Kapan lagi bisa menemukan sebuah posisi yang fit antara "demands" dan "supply". Saya punya pengalaman, punya keinginan, dan dipertemukan dengan teman-teman mahasiswa baru yang membutuhkan bimbingan. Maka ada dua hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang terpikirkan saat itu:
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang diharapkan kebaikannya dan (orang lain) merasa aman dari kejelekannya.” (HR. At-Tirmidziy no. 2263).
Selain itu, pengalaman hidup saya di Fasilkom yang rada pahit2, asem, manis, pedes juga membuat saya pengen berbagi pengalaman. Pengalaman baik yang buruk maupun yang baik, jangan sampai teman2 terjerumus ke lubang yang sama,dan bagaimana temen2 bisa dapat "shortcut" berdasarkan mimpi yang ingin dituju. Saya pribadi punya banyak pengalaman ketika hidup di Fasilkom dan dari pengalaman itu sedikit sedikit berbagi dengan teman2 mana yang terbaik bisa dilakukan mana yang tidak, tapi kadang temen2 mentee juga bahkan lebih berpengalaman dari saya wkwkk tapi gapapa, namanya kita sama-sama belajar.
Dipertemukan dengan Al-Kindi
Menjelang diumumkan kelompok mentoring, saya khawatir, khawatir gabisa jadi mentor yang pas buat temen2 mentee nantinya. Misalkan nih kalau untuk hal akademis mungkin saya bisa banget bantu ngasih2 saran, nahh tapi kalau mentee nya tipe2 yang suka seni budaya gituu kan jauh banget dari ranah saya, khawatirnya begitu dan saya jadi gabisa maksimal ngasih impact. Tapi kemudian, saya dipertemukan dengan mentee2 yang super dan sebenernya super beragam juga wkwk yang waktu itu saya pilih nama kelompoknya adalah "Al-Kindi" sebagai Bapak kriptografi yang erat dengan ilmu komputer.
Al-Kindi ini totalnya ada 9 orang (sama saya). Mereka punya impiannya masing-masing, punya target masing-masing, dan tentunya kesibukan masing-masing. Dari mereka juga ga semuanya sudah punya rencana pasti di kuliah mau ngapain sih. Alhamdulillah juga di kelompok ini saya dapet kesempatan menemani dua perempuan cantik yang seru banget.
Banyak pengalaman unik dan pelajaran yang saya ambil selama jadi mentor di sini. Senang juga kalau lihat ada temen2 di Al-Kindi yang semangat mengejar sesuatu, misal ada yang pengen exchange ada yang pengen magang, bikin startup, dsb. pokoknya semangaat banget deh dengerin keinginan mereka, tak undang2 kakak2 yang keren buat mereka ngobrol2, rasanya pengen semua impian ituu sukses! tapi selama perjalanan saya selalu bilang kalau kita tetep harus siap juga untuk gagal :)
Proses mentoring
Apa aja sih yang diberikan selama proses mentoring? Semuanya bisa dilihat di sini. Tapi singkatnya yang pertama selalu ada kesempatan di awal untuk ngobrol-ngobrol sekedar nanya kabar dsb., lalu disertai dengan facts about Fasilkom biar makiin semangat nih kuliah di Fasilkom, lalu ke sesi materi, dan yang terakhir kadang main game :)
Minggu pertama bersama mereka, ga langsung kenalan banget sih, tapi kita berbagi cerita tentang perjuangan masuk ke Fasilkom. Ternyata perjuangan temen2 ini bener2 ga mudah, sampe jatuh bangun deh pokoknya, ada yang nyoba sana sini ga keterima, sampe akhirnya bertemu ke Fasilkom UI. Dari perjuangan ini, harapannya temen2 bisa sadar kalau masuk ke Fasilkom gak mudah dan jangan sampe kendor juga semangatnya untuk bertahan :) Selain ituu, ini juga pertama kalinyaa temen2 Al-Kindi kenalan sama Fasilkom, mulai dari tempat2nya dan budaya2nya.
Minggu kedua, kita banyak berbagi tentang mimpi di Fasilkom, membuka wawasan bahwa banyak hal yang bisa dilakuin di dalamnya dan gimana prospek pasca kampusnya. Selain itu kita nonton tour jelajah Fasilkom dan belajar tentang keuntungan jadi mahasiswa Fasilkom. Hal ini biar kalian makin bangga masuk Fasilkom dan ga pengen lepas deh.
Minggu ketiga, mulai lebih detail tentang kehidupan di Fasilkom, tentang perbedaan kehidupannya dengan di SMA, bagaimana menyesuaikan diri, dan terakhir tentang organisasi2 di dalamnya. Di minggu ketiga ini mulai lah kenal dengan "Among Us" yang saya sebelum main sama temen2 Al-Kindi mesti latihan dulu karena takut terlalu cupu wkwkwk.
Nahhh di minggu keempat, kita baru kenalan lebih lanjut tentang angkatan. Selain itu, kita juga saling kenal satu sama lain. Banyak fakta baru diketahui dari temen2 di sini :) Mulai dari mimpi2nya dan hal2 yang selama ini menghalangi dan mendukung kesuksesan. Senang bisa kenal temen2 semuanyaa!



Comments
Post a Comment