A Solemn Reunion With Ramadhan

Sadar atau tidak terkadang kita disibukkan dengan sesuatu yang fana, sehingga lupa dengan sesuatu yang abadi hanya karena kita tidak melihatnya dan mungkin sebagian orang tidak merasakannya. Sedih sekali kalau hal ini menimpa kita di bulan Ramadhan..

It's Ramadhan time! What is so special about this? 

Alhamdulillah wa syukurillah, sebentar lagi kita akan dipertemukan dengan bulan Ramadhan, in syaa Allah.

https://www.instagram.com/rumah.madania/

Sudah seperti sebuah ritual, saya kembali ke halaman ini ketika Ramadhan tiba. Bukan tanpa sebab, tapi memang Ramadhan adalah waktu favorit saya untuk merefleksikan diri. Walau di hari-hari lainnya saya tidak sempat mengunjungi editor apalagi menulis, saya sempatkan setidaknya di bulan ini untuk kembali menulis. Menyegarkan kembali pikiran yang penat karena sibuknya menjalani hari di setahun sebelumnya. Sehingga setiap Ramadhan, saya suka menulis banyak hal (walaupun ujung2nya tidak dipublish).

Each Ramadhan is special. Tapi dirasa-rasa, saya tanyakan kembali kepada diri saya, apa yang berbeda dengan Ramadhan ini? Selain saya sekarang sudah semester 3 dan tinggal di apartemen baru, tidak ada lagi hal yang spesial. Atau mungkin... memang belum ada. Jika dipikir, Ramadhan bukan hanya sekadar sebuah bulan yang berlalu begitu saja 29 sampai 30 hari. Setidaknya bagi saya, Ramadhan adalah sebuah perjalanan panjang dari satu tahun ke tahun berikutnya. Adalah sebuah bulan yang menentukan bagaimana hidup saya di satu tahun berikutnya. Tentu saja wajar, jika di hari pertama Ramadhan belum ada yang spesial. Tapi setidaknya selama 30 hari kedepan akan menjadi hari-hari yang spesial, apalagi mengingat mid-semester exam yang juga akan berjalan di bulan ini. 

Tilik balik sekitar 4 tahun lalu, saya menjalani puasa sambil melewati beratnya beban ujian akhir di kampus. Di balik tekanan yang saya alami, saya menyadari bahwa masa-masa "tertantang" itu lah yang membuat saya merasa lebih memaknai bulan Ramadhan. Ketika Ramadhan berakhir, pada masa-masa tersebut lah saya mulai merasa lebih memaknai kehidupan, bagaimana ia sangat erat dengan hubungan dengan Allah. Saya takut terdengar berlebihan(?). Tapi sepertinya begitu lah adanya.

Di tahun ini, 2023, saya menjalani hal yang kurang lebih serupa dengan yang saya alami di 2019 lalu. Bulan Ramadhan akan disertai dengan mid-term exam. Maka dari awal pun, belajar dari pengalaman yang ada, saya sudah dapat merasakan, bahwa akan ada sesuatu yang spesial pada Ramadhan ini. Jika saya menjalaninya dengan baik, begitu pula hari-hari setelah Ramadhan. 

Rasanya Ramadhan datang di waktu yang tepat, memperbaiki majemen waktu dan ritme saya yang sedikit kacau belakangan ini. Bagaimana tidak, ketika Ramadhan saya harus bisa fokus pada hal yang tepat. Bangun tidur, beribadah, pergi ke perpusatakaan, selesaikan task 1, task 2, task 3, beribadah terus, dan lanjutkan. Tidak ada waktu, energi, dan tenaga untuk memikirkan hal lain, tidak ada energi untuk overthinking, gelisah, atau melakukan hal sia-sia. Ketika energi terbatas, kita belajar untuk fokus pada hal yang penting, meninggalkan hal-hal yang memang tidak diperlukan. Semoga hari-hari berikutnya bisa lebih baik.

Sebelumnya, untuk menyambut bulan yang saya tahu akan sangat spesial ini, saya menyiapkan beberapa hal. Tentu harus bersiap. Bagaimana bisa kita menyambut sesuatu yang tidak biasa hanya dengan biasa-biasa saja.

1. Mempersiapkan Ruhiyah

Mempersiapkan ruhiyah saya lakukan beberapa minggu sebelum Ramadhan dimulai. Alhamdulillah pada suatu poin di bulan Februari saya tersadar sebentar lagi Ramadhan. Maka saya mulai kembalikan kebiasaan baik dan berusaha meninggalkan kebiasaan buruk. Di antaranya juga saya menambah rasa syukur dan banyak mengevaluasi diri terkait apa-apa saja yang perlu diperbaiki selama Ramadhan.

2. Mencari Info dan Teman Menuntut Ilmu

Hidup di negara muslim minoritas membuat say
a sadar, bahwa teman yang selalu mengingatkan, mendukung, dan menemani dalam kebaikan adalah sebuah harta yang berharga. Sebuah kenikmatan dari Allah bagi saya adalah dikumpulkan dan masih dipertemukan dengan teman-teman yang menyeru pada kebaikan. Dengan hal tersebut, setidaknya saya tahu bahwa Allah masih menginginkan kebaikan atas saya, untuk selalu diingatkan, untuk dikumpulkan dengan orang-orang shalihah.

Maka kesempatan ini tidak bisa dibuat sia-sia. Sebelum Ramadhan dimulai, saya mengumpulkan teman-teman dengan semangat menuntut ilmu yang sama dalam sebuah grup WA untuk saling berbagi informasi kajian. Alhamdulillah ternyata masih banyak teman! Terharu, apalagi kalau ingat di tahun lalu, tidak seramai ini bisa bertemu teman dengan semangat yang sama.

3. Mencari Kajian Ramadhan

Selain mencari teman menuntut ilmu, tentu harus cari juga dimana tempatnya. Akhirnya tadi pagi, saya habiskan untuk merangkum kajian-kajian yang ada di Melb dan beberapa kajian online. Rekapan tersebut secara rapih terdokumentasikan di bit.ly/ramadhan_melb . Bismillah istiqomah...

4. Meal Preparation!

Salah satu favorit saya adalah meal preparation. Sempat melihat-lihat bagaimana sih cara ibu-ibu berkeluarga bisa survive di Ramadhan. Salah satu strateginya adalah dengan mealprep. Dan yang agaknya populer belakangan ini adalah dengan menyiapkan makanan frozen. Akhirnya 1 hari sebelum Ramadhan, saya habiskan full untuk membuat masakan frozen. Lelah? Tidak, mungkin karena ini passion saya yang sesungguhnya.


5. Memasang Target

Bahkan sedari SD pun, kita anak-anak Indonesia sudah terbiasa dengan memasang target Ramadhan. Hal tersebut menjadi sebuah kebiasaan baik bagi saya. Ntah kenapa, Ramadhan tanpa target-target khusus terasa begitu hampa. Maka ini adalah sebuah ritual yang wajib dilakukan. Perbedaannya semakin ke sini saya ingin semakin fokus memperbaiki ibadah satu per satu. Kalau dulu, semua ibadah ditargetkan A+, sekarang rasanya ingin fokus pada ibadah-ibadah yang penting tapi istiqoma, agar tidak overwhelm.

Target-target ini saya print di selembar kertas dan dipajang di pintu kamar, agar selalu menjadi reminder. Selain itu, saya juga mengikuti sebuah program unik dari @nufusaproject , yaitu Ramadhan Community Challenge. Sebuah program unik di mana mereka menggerakkan banyak orang untuk membangun komunitas sunnah yang dari dulu sempat terbayang-bayang di benak saya. Semoga program ini berjalan terus dan jadi lebih majuuu. Barakallah.

__________________________________________________________________________

Akhir kata, harap saya adalah Ramadhan ini membawa kebaikan dan keberkahan, menjadikan saya pribadi lebih baik hingga bertemu Ramadhan berikutnya.

Comments

Popular Posts