30HB: Capek

Perjalanan Canberra-Melbourne benar-benar membuat capek, bukan hanya fisik tapi mental. Sejujurnya Australia tidak pernah terasa setidak nyaman ini sebelumnya. Tapi nampaknya, kejadian-kejadian belakangan yang membuat "capek" ini, jadi bagian yang bisa disyukuri akan kembali ke Indonesia.

Australia yang saya kunjungi 2 tahun lalu tidak terasa sama. Ntah karena saya berada di state lain atau karena konflik yang terjadi belakangan ini. Tapi perjalanan pulang pergi Canberra-Melbourne dipenuhi berbagai kejadian yang mengarah pada rasisme. Campur aduk rasanya mengalami kejadian tersebut, frustrasi, sedih, dan kecewa. 

Rasanya 2 tahun lalu ketika sampai di sini, saya merasa Australia sangat kondusif, sampai berfikir mungkin enak sebagai Muslim untuk settle di Melbourne. Makanan halal mudah dijangkau, orang2 yang begitu muslim-friendly karena banyak akulturasi budaya dan orang2 yang acuh. Beberapa kali pergi ke state lain, seperti Queensland, Tasmania, South Australia, dan New South Wales pun tidak terasa melelahkan mental ini.

Maka seketika, terbesit rasa syukur akan kembali ke Indonesia. Seburuk2nya Indonesia pun, ini tempat yang nyaman untuk beribadah, untuk kembali. Makanan halal menjadi pemandangan sehari2, adzan dari speaker masjid menjadi pengingat setiap waktu, kajian offline dan teman2 shalihah mudah diraih. Maka apalagi alasan ga bersykur lahir di Indonesia.

Comments

Popular Posts