Dinamika dan Transisi

Duka cita dan bahagia semua ada dalam awal Juli ini. Semua punya cerita, semua berjuang dan menggapai apa2 yang diinginkannya. Semua terjadi dalam langit yang sama, dengan skenarionya masing-masing.
Belakangan ini telah banyak kabar bertebaran di lingkungan saya, mulai dari pernikahan, kelahiran, kelulusan, mendapat pekerjaan, bahkan kematian. Ada yang bahagia, ada yang bersedih, ada yang harus berjuang di antara keduanya, terombang ambing dalam dua kutub emosi. Tapi yang pasti adalah, kehidupan punya dinamika. 

Terkadang saya berhenti dan bergumam, yaAllah kapan selesainya. Ternyata kita tidak akan berhenti di satu titik. Selambat apapun kita melaju, akan terus bertransisi dan bergerak. Ohiya, bahkan saat kematian datang pun, transisi tidak berhenti. Mungkin dinamika akan berhenti sampai kita menapakkan telapak kaki di rumput surga.

Hal ini mengingatkan saya, bahwa belum genap 6 bulan saya menetap di Indonesia. Dinamika kehidupan sudah memberikan saya begitu banyak kejutan dan saya masih melakukan transisi. Menantang memang, tapi mungkin memang ini yang saya butuhkan. Tidak ada yang tahu seberapa sulit akan saya lalui transisi menetap di Indonesia tanpa pasangan hidup. Tidak ada yang tahu juga seberapa sulit menetap di daerah baru tanpa pekerjaan. Semua dinamika sudah dirancang Allah dengan sangat baik. Allah Maha Baik.

UPDATE 22/10
Belum genap setahun tinggal kembali di Indonesia dan menikah, dinamika kehidupan sudah memberikan dua kejutan lainnya. Subhanallah, jika diingat tahun ini, sudah berapa kunjungan rumah sakit yang sudah dilalui. Namun kunjungan terakhir menjadi salah satu kunjungan yang paling memukul bagi kami sekeluarga. Sedih tentu, terbayang rasanya menjalani sisa tahun 2024 dengan duka yang tak kasat mata. Tapi, Allah Maha Baik, semua sudah menjadi skenario terbaik dari Allah. Maka kami ridha dan percaya yang lebih baik ada di depan mata.

Comments

Popular Posts