Bukan Exchage Biasa : Perjuangan Meraih TOEFL Gratis
Perlu diingat pada cerita sebelumnya, prekondisi thread ini adalah saya sudah mengincar ingin exchange.
Prev story : https://random-lulz-things.blogspot.com/2019/11/bukan-exchange-biasa-pengantar.html
Yak, karena saya adalah seorang kapitalis, saya inginnya dapet yang gratis-gratis bae :)
Karena saya orang yang cukup ideal, ketika ingin mendapatkan sesuatu saya akan berusaha keraas menggapainya. Begitu pula pada cerita exchange ini, salah satu perjuangan awal saya kala itu adalah, belajar untuk TOEFL. Saya menjadwalkan jadwal belajar selama liburan, salah satunya adalah belajar TOEFL di hari Senin dan Kamis. Saya menggunakan buku rekomendasi sekaligus meminjam dari seorang adik tingkat yang bahasa inggrisnya sudah jago.
Awalnya harapan saya dari belajar bahasa inggris sebenarnya adalah bisa bahasa inggris dengan jago, yang jago beneran jago. Bukunya pas sebenernya, dari buku yang saya pinjam, mengajarkan full grammar dari yang paling dasar. Tapi setelah mempelajarinya saya rasa kurang efektif jika untuk tes TOEFL. Karena saya benar-benar mencoba mengerti sebuah materi hingga mendalam, tidak pakai latihan, padahal harusnya tujuan saya itu biar bisa jawab soal TOEFL. Terlalu idealis...
Kemudian terfikir, saya sepertinya memang butuh bimbingan untuk bisa TOEFL :")) Mulai muncul perasaan ingin ikut les-les TOEFL bahasa inggris. Yang membuat saya takjub adalah ternyata perjuangan mencari TOEFL gratis ini sangat dimudahkan oleh Allah. Bagaimana tidak, di suatu pagi yang cerah, tidak ada badai, tidak ada angin, saya baru saja bangun tidur, lalu mengecek hp ada chat seperti ini dari murabbiah saya di grup :
Pendaftaran
Jadi, sebuah yayasan Biman Foundation sedang menawarkan persiapan TOEFL + tes TOEFL gratis. Wahh saya bangun tidur lagi liburan, langsung lah semangat. Melihat requirement yang dibutuhkan adalah :
- scan KTM
- motivation letter 1000 kata dalam English atau Indonesia
hahahhahaha ez. Karena saya sangat suka menulis, membuat essay motivation letter 1000 kata adalah hal yang menyenangkan. hhhhh tertawa maniak. Karena terlalu bersemangat, pada hari tersebut saya langsung menyelesaikan semua syarat, essay dalam bahasa inggris karena aku ga bad-bad banget lah yak inggrisnya, langsung emmvalidasi dengan kakak (memperbaiki essay). Dan langsung mengirim email.
Di dalam motivation letter, saya menjelaskan mengenai motivasi saya harus mendapatkan score, di mana saya merasa sudah saatnya untuk exchange dan score merupakan salah satu syaratnya, saya juga menjelaskan tentang bagaimana usaha saya belajar TOEFL saat itu, di mana saya pada liburan menjadwalkan waktu untuk belajar TOEFL, saya juga menjelaskan betapa berharganya mendapatkan score TOEFL bagi masa depan saya, di mana dia dapat membuka gerbang menuju banyak pengetahuan baru.
Alhamdulillah, dengan mencurahkan semua motivasi saya dalam tepat 1000 kata, saya mendapatkan kesempatan untuk mendapat pelatihan TOEFL gratis. Di dalam kegiatan pelatihan tersebut, ada reward "Tes TOEFL Gratis" bagi participant yang mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh. Pelatihan dijadwalkan setiap Sabtu pukul 8 - 11 selama sekitar 10 minggu. Selain pelatihan belajar biasa, ada 3 simulasi sebelum real test. Simulasi juga yang jadi penilaian untuk menentukan peraih reward.
Dalam perjalanan
Alhamdulillah lagi, selama pelatihan saya hanya izin 2-3 kali (sebenernya banyak sih, tapi setidaknya saya izin hhh). Nilai simulasi saya juga selalu di atas 550. Sudah dipastikan dalam hati, saya bisa mendapatkan tes TOEFL Gratis tersebut yesss!
Pelajaran yang diberikan mengacu pada buku Longman. Materi adalah terkait bagaimana cara menjawab soal-soal yang biasa muncul pada TOEFL, mengingat TOEFL yang diambil adalah ITP, berbeda dengan IELTS yang dapat berubah-ubah setiap tahun. Pelajaran dibagi menjadi Listening, Reading, dan Structure di mana masing-masing bahasan mendapat jatah 2/3 minggu. Kurang sebenarnya, tapi yaa namanya juga belajar intense, karena yang dibutuhkan sebenernya adalah campuran antara General English yang bagus + pelatihan menjawab soal, jadi bakat General English dari awal akan memopang jalannya program.
Prosesnya adalah saya harus mengikuti 3 simulasi, dinyatakan layak mendapat tes TOEFL gratis, lalu akan didaftarkan ke lembaga bersangkutan (biasanya LBI) dengan timeline yang runtun. Semua berjalan lancar hingga akan datang simulasi 3.
Sebelum simulasi 3, saya sudah mendapatkan informasi mengenai exchange yang akan saya ikuti, sekitar tanggal 14 Oktober. Sayangnya, jadwal tes TOEFL yang tersedia sebelum deadline exchange tersebut hanya ada 1, yaitu pada tanggal 5 Oktober. Maka saya harus simulasi di sebelum tanggal 5 Oktober agar dapat dinyatakan tes TOEFL gratis pada tanggal 5 Oktober.
Unfortunately, jadwal simulasi 3 TOEFL yang didapatkan melalui hasil vote adalah tanggal 5 Oktober, dan hal tersebut tidak bisa saya biarkan. Maka saya mencoba menghubungi pihak yang bersangkutan dengan alasan harus mendaftar program yang memiliki deadline tanggal 14 Oktober, sehingga meminta excuse untuk bisa simulasi di tanggal 28 September. Pengajuan saya disetujui, saya simulasi di tanggal 28 Sept, dan mendapatkan tes TOEFL gratis untuk tanggal 5 Okt.
Tes TOEFL
Satu lagi permasalahan muncul ketika saya akan mendaftar tes, ternyata lembaga LBI sudah penuh pendaftar. Saya diberikan alternatif oleh pihak Biman untuk mendaftar TOEFL di IES (di Sudirman, Jakarta tepatnya Senayan Trade Center), wahh jauh kali bung. Tapi karena saya merasa, ini pasti perjuangan :") lagian kan gratis juga, akhirnya saya mendaftar online di sana, tes tanggal 5 Oktober 13.00, ditraktir oleh Biman, lalu belajar (lol no).
Pada hari H, saya minta ditemani abang untuk tes. Akhirnya saya dari depok, abang dari Bogor, kami bertemu di stasiun UI pukul 10, berangkat menuju sudirman, dan sampai pukul 12. Agak mepet dengan ujiannya, akhirnya kami memutuskan untuk sholat dan segera mencari makan di McD, karena dari pengalaman saya, mengerjakan soal-soal TOEFL tanpa makan, ituuu sangaat sangaaat kachaw. Alhamdulillah terkejar jam 13.00 di tempat tes, bahkan masih sempat makan lagi.
Jam 13.00 saya tes, abang saya balik ke kosan. Kami janjian bertemu setelah ashar di McD STC. Menit-menit berlalu di dalam ruang tes, saya tidak merasa tertekan ketika mengerjakan, setiap soal yang bisa saya jawab segera jawab, yang tidak bisa pun segera menjawab, tidak ada soal yang membuat saya bimbang ataupun tidak karuan. Soalnya pun memiliki struktur dan pola yang sama ketika latihan biasanya. Hanya ada satu halangan... diare.. ya saat tes itu saya sedang diare, jadi sekitar 30 menit sebelum tes selesai, saya sangat gelisah... tapi tetap bisa bertahan hingga detik terakhir di jam 14.45 (kalau tidak salah), lalu segera mencari toilet terdekat.
Saya bertemu kakak di jam 16.00 kemudian dengan bahagia kembali pulang ke Bogor membawa ....
Oiya, satu informasi yang diberikan adalah hasil tes bisa didapatkan sekitar 6 hari kerja, yang berarti di hari Senin, 14 Oktober. TEPAT PADA DEADLINE PENDAFTARAN EXCHANGE, saya bernafas keras. Antara lega memikirkan saya masih bisa menjemput hasilnya di pagi hari, kemudian mendaftar di sorenya, dan tidak lega karena saya butuh perjuangan keras melakukannya.
Penjemputan hasil
Seminggu berlalu, saya tidak tahu hasil TOEFL saya, tapi yak saya menyiapkan semua berkas pendaftaran, bahkan berkas sudah aman semua ketika detik2 saya menjemput hasil TOEFL pada jam 13.00 hari Senin, 14 Oktober.
ANEH EMANG, udah mau daftar padahal hasil TOEFL mesti di atas > 550 dan saya gatau berapa.
Di tempat penjemputan, saya bertemu dengan emak-emak dan mbak-mbak. Si mbaknya nanya "Mba, pertama kali ikut TOEFL?", dengan malu saya jawab "heheh. iya nih mba". Lalu si ibu datang bertanya "Mba, ada ikut pelatihan khusus gitu? bayarnya berapa?", malu-malu lagi saya menjawab "Iya, bu. Saya dapat beasiswa gratis pelatihan + tes dari yayasan Biman" sekalian promosi. Special thanks to them.
Baru saya ketahui, si mbak-mbak ini udah >3 kali tes TOEFL tapi hasilnya di sekitaran 550an pas mulu. Dan si ibu-ibu ini lagi jemput hasil TOEFL anaknya. Kemudian, kami bertiga mengambil hasilnya, deg-degan parah saya. Saya membayangkan semua berkas saya harus dibakar karena tidak bisa mendaftar karena hasil < 550. WADAW. Si mbak buka duluan, saya tanya "Gimana mba hasilnya?", Mba : "Waduh, masih segitu-segitu juga mba. Coba yang mbaknya buka". Oke, aku siap membuka *Membuka hasil* Jeng jeng saya malu diliatin si mbaknya, tapi Alhamdulillah hasilnya SAYA BISA DAFTAR EXCHANGE!!. Terakhir si Ibu membuka hasilnya, ternyata hasilnya mepet seklai dengan 500.
Ya pokoknya apapun itu, saya bisa daftar exchange, lalu saya yang hanya < 15 menit di tempat itu, langsung berbalik dan harus kembali lagi ke Depok untuk mendaftar
Yak, tes TOEFL ITP biasa gini sebenernya kurang menantang ceritanya. Tapi ini cerita baru bagi saya, karena saya tidak pernah tes-tesan TOEFL gituan. Apalagi hasilnya di hari yang sama langsung dipakai untuk mendaftar wkwkk YOLO memang hidup saya.



Comments
Post a Comment