Bukan Exchange Biasa : Pengantar
Teringat dulu, saya sangat ingin sekali mengikuti program pertukaran pelajar karena terinspirasi oleh seorang wanita, yang tidak lain adalah murabbiah pertama saya, teh dije. Beliau ikut program pertukaran pelajar pada tahun ketiganya dan di sana bertemu dengan jodohnya. Kembali dari pertukaran pelajar, beliau menikah dan jadi mapres juga. Walah walah seperti sebuah citra impian semua orang pokoknya. Saya sebagai anak didiknya tentu sangat terpukau oleh beliau. Itu lah yang menanamkan keinginan dari hati saya untuk exchange, kurang lebih untuk mengikuti jejak beliau. Yak benar, jadi dulu keinginan saya dibarengi oleh niat ingin ikut-ikutan aja wkwkk.
Thread mengenai "Bukan Exchange Biasa" ini akan menceritakan pengalaman saya dengan exchange yang tidak biasa wkwk. Kenapa tidak biasa? karena nanti ada ceritanya. Thread ini ditulis salah satunya adalah sebagai informasi bagi yang berniat untuk melakukan exchange. Karena saya selama proses ini sangat terbantu dengan adanya seseorang yang membagikan pengalamannya di blogspot, bahkan sampai saya email wkwk.
Perlu diketahui, saya sebenarnya punya prinsip "gamau ke luar negeri kalo bukan urusan keluarga atau akademis, atau agama tentunya" KECUALI, kecuali yak saya ingin sekali liburan ke Switzerland (liburan lho ya, liburan). Mungkin itulah kenapa saya belum pernah ke luar negeri hingga saat ini :") Switzerland mahal kali bung :"))
Lama kelamaan, pada dunia perkuliahan, mulai muncul rasa penasaran dengan dunia luar, ditambah sharing-sharing dari beberapa orang, makin terbakar semangat saya. Pada semester 3, saya ingin sekali ke luar karena muak dengan fasilkom dan merasa tidak ada jalan keluar. Mencoba banyak upaya untuk bisa keluar negeri (biar bisa meninggalkan fasilkom dengan elegan). Tapi qadarullah belum diberi kesempatan, karena ternyata bahasa inggris saya cupu, ditambah kebanyakan program exchange meminta toefl/ielts seabgai pra syaratnya. KO lah saya oleh takdir, saya tetap bertahan di fasilkom.
Pada summer menuju semester 5, saya sempat mengikuti event yang ga di luar negeri (telusuri untuk melihat lebih jauh). Dari event tersebut, saya belajar banyak hal dan rasa penasaran saya tentang dunia luar semakin parah meningkat, terutama dan yang paling utama, saya mempelajari career path baru yaitu Research. Dan ternyata dunia luar yang bukan di Indonesia, sangat banyak studi dan kesempatan mengenai hal tersebut. Pada saat itu, saya sudah merasa "ini saatnya saya berjuang ke luar negeri biar kayak teh dije". Okay, akhirnya saya tergerak untuk memulai perjuangan. Dengan niat masih bercampur untuk "bisa kayak teh dije" dan "aku pengen coba hal baru".
Okay saya mulai cek apa yang mungkin saya butuhkan :
- TOEFL/IELTS
- Restu Orang tua
- Keberanian dan Rencana
- Informasi
Dengan niat itu, dan ikhtiar, Alhamdulillah saya mendapat bantuan untuk meraih TOEFL beserta pelatihannya dari lembaga Biman Foundation (cerita detail menyusul). Okay berarti satu kebutuhan sudah aman. TOELF checklist.
Restu orang tua, okay mari kita coba.
Saya : "Yah, saya mau pertukaran pelajar"
Ayah : "Jangan deh, kenapa mesti ke luar negeri. Ayah cenderung tidak memberi izin"
Okay, restu orang tua, simpan di draft. (ada kelanjutannya yaa, detail menyusul)
Keberanian dan Rencana, bung saya sangat YOLO. Sudah tidak memikirkan apa-apa ketika itu, cuma pengen langsung pertukaran pelajar saja. Langsung checklist.
Terakhir, Informasi. Informasi ini kemudian saya gali dari Google. Akhirnya saya mendapat beberapa informasi dari lembaga yang memberi saya beasiswa TOEFL, dan dari beberapa blog tersebar di internet. Ternyata, untuk pertukaran pelajar sesimple tinggal cek international.ui.ac.id
OK. Informasi checklist!
Oiya, pada pertengahan semua checklist-checklist ini, saya sempat berada pada fase saya tidak merasa diri saya telah melakukan banyak dibanding orang lain. Maka ketika itu, saya benar-benar berdoa kepada Allah, untuk menunjukkan saya jalan. Dan saya merasa exchange ini adalah jalannya. Ketika itu, saya berdoa agar proses exchange ini, diterima ataupun tidak, sampai pada tahap apapun, saya berharap Allah menunjukkan jalan kepada saya untuk masa depan, dan pencerahan arah ke mana saya harus menuju.
Akhirnya saya memutuskan, saya siap memulai perjalanan!
Daftar isi dan timeline dari Bukan Exchange Biasa ini adalah :- Mendapatkan Motivasi dan Pengantar
- Mendapatkan TOEFL gratis
- Pendaftaran tingkat UI (Seleksi Berkas)
- Pendaftaran tingkat UI (Seleksi Wawancara dan hasilnya)
- Tentang JASSO Scholarship
- Perjuanahn meminta izin orang tua
- Akhirnya membuat paspor
- Cek Kesehatan
- Melengkapi berkas pendaftaran dan Plot Twist
(bonus) Bertemu teman : post dedikasi untuk teman yg menemani saya dalam proses ini
Comments
Post a Comment