Bukan Exchange Biasa : Melengkapi berkas nominasi dan plot twist


Setelah kejadian periksa kesehatan, saya ambil hasilnya di hari Sabtu (2 November) karena harus segera melengkapi di hari Senin (4 November). Pada 4 November siang juga saya berencana konsultasi dengan PA terkait mata kuliah di sana, sebenarnya seharusnya konsultasi ini dilakukan sebelum pelengkapan berkas, namun karena kejadian misunderstanding deadline, jadi saya ngumpulin berkas dulu baru konsultasi ke PA

Alhamdulillah pada 4 November pagi semua berkas siap, termasuk saya harus mengejar dosen saya untuk tanda tangan surat rekomendasi. Akhirnya saya ke KUI dan menyelesaikan semua urusan berkas nominasi kecuali paspor, karena paspor dapat dikirimkan scannya saja. Oke lah..

Siangnya, saya menemui PA untuk membicarakan mata kuliah di sana dan kurikulumnya. Namun, hasilnya sangat mencengangkan bagi saya. Karena banyak misunderstanding saat saya memahami kurikulum dan sistem kuliah mereka. jadi intinya adalah SAYA KURANG LITERASI.

Pertama, di sana untuk english taught program hanya tersedia Faculty of Liberal Arts dan Faculty of Science and Technology. Mata kuliah yang saya inginkan hanya tersedia dalam japanese taught program.... kecewa berat saya setelah itu. 

Kedua, saya melihat mata kuliah tersedia di fakultas tersebut. Sangat minim mata kuliah yang berhubungan dengan ilmu komputer. Saat dibicarakan dengan PA berhubung PA saya yang mengurus transfer sks di fasilkom, sangat sedikit sks yang bisa ditransfer. Bisa mengundur studi saya di Indonesia. Jika saya ikut program exchange ini, saya harus lulus 4 tahun tanpa skripsi, atau lulus > 4 tahun dengan skripsi.

Sangat berat sekali saya berpikir setelah keluar dari ruangan beliau. Seberat itu, saya memikirkan antara mesti lanjut atau tidak sampai saya jatuh sakit wkwkk. Saya merasa berat memikirkannya, karena berpikir sendiri sih, tidak ada yang bisa saya ajak berbagi ketika itu, sehingga langsung drop. Yak, pemikiran tersebut begitu berat karena kalau saya lanjut, konsekuensinya begitu berat bagi saya. Kalau saya tidak lanjut, orang tua mungkin akan kecewa, sudah menghabiskan uang untuk banyak hal, malah tidak lanjut.

Namun, ketika saya akhirnya berani mengkomunikasikan dengan orang tua, Bagaimana kalau saya tidak jadi ikut program exchange ke Jepang, orang tua justru senang mendengar bahwa saya tidak jadi ikut. Tidak peduli perjuangan yang telah lalu mereka menemani saya, mereka tetap support saya untuk pilihan yang saya rasa benar. Kedua orang tua saya, memberi saya kebebasan memilih, tapi mereka bilang bahwa saya tidak pergi mereka senang, kalau saya pergi pun mereka senang, tidak ada penyesalan tentang apa yang telah berlalu :"))

Akhirnya, saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari program :)

Lebih lega rasanya... hehehehheh saya bukan dijatuhkan oleh Allah, tapi saya yang memilih jalan saya. Bahkan Allah selalu melancarkan setiap langkah saya dalam proses ini, sehingga saya berpikir Allah masih meridhoi saya untuk program ke luar negeri. Saya hanya harus terus berdoa. Jadi saya menanti kesempatan lainnya yang mungkin ada :)

Comments

Popular Posts