Bukan Exchange Biasa : Membuat passport

Semua kejadian pasti memiliki hikmah, kalau boleh bilang salah satu hikmah terbesar saya mengikuti program exchange lalu adalah

AKHIRNYA BIKIN PASSPORT. Karena saya sudah sering sekali diingatkan orang tua untuk buat passport, loh yak kalo gak keluar negeri ngapain bikin. Toh saya gamau keluar negeri jalan-jalan, hura-hura, saya keluar negeri kalau urusan tersebut memang diperlukan, dan pada saat itu saya akan bikin passport. Akhirnya terjadi...

23 Oktober begitu mengetahui saya harus melengkapi salah satu berkas passport, saya langsung mengikuti prosedur pembuatan passport. Oke jadi gini cara bikin passport.
  • Persiapkan berkas-berkas pembuatan paspor; KTP, KK, Akte kelahiran (+ Nikah), Ijazah. Semua ada berkas asli dan foto copynya.
  • Pastikan anda melakukan prosedur di hari weekdays sebelum jam 4, biar bisa langsung ambil antrian. Di luar waktu tersebut biasanya pas mau ambil antrian error.
  • Install aplikasi "Layanan Paspor Online"
Abaikan rating, anda memang harus menggunkana aplikasi ini
  • Buka aplikasi, registrasi  bagi yang belom punya akun, login bagi yang sudah. Lalu pilih menu "Antrian Paspor", ikuti langkah-langkahnya. Nanti akan dapat nomor antrian setelahnya.

Sewaktu saya dulu mengantri paspor, antrian sangat panjang, saya dapat antrian di tanggal 31 November (padahal requestnya tanggal 23 Oktober), yak yang kosong memang tanggal segitu, itu tanggal paling cepat yang bisa saya ambil. Itu pun di jam setengah 3, mepet dengan waktu tutupnya Kantor Imigrasi. Oke deh, lanjut.

  • Datang lah ke Kantor Imigrasi yang dipilih di aplikasi pada jadwal yang telah ditentukan dengan membawa berkas-berkas yang diperlukan.
Yap, di sini saya melakukan kebodohan. Sepanjang mengambil TOEFL (pakai KTP pas ambil) sampai pembuatan paspor ini, sekitar > 2 minggu, saya dengan pedenya menganggap KTP ada di dompet saya. Ke mana mana tanpa panik akan ada sesuatu yang butuh KTP. Bahkan hingga saat akan pergi ke Kantor Imigrasi, ketika ayah saya bertanya "Semua berkas siap?" , oh tentu saya jawab. Lalu terpikir, loh saya belum lihat KTP saya selama ini, tidak ada salahnya ngecek. Buka tas, ambil dompet, dan melihat kekosongan pada tempat kartu KTP saya. PANIK!!!!! cari sana sini, bongkar tas keseluruhannya masih tidak bertemu, lari ke bagian rumah sana sini, maish tidak bertemu.

Akhirnya, berharap bisa pakai scan KTP, karena waktunya mepet, saya sudah seharusnya datang ke Kantor Imigrasi, akhirnya pergi ke sana. Di sana, untung ada ibu saya, dia membantu saya agak memaksa petugas di sana buat tetep memproses dgn KTP scan (namanya juga ibu-ibu), namun ternyata keberanian ibu saya belum cukup, dibutuhkan KTP ASLI. Akhirnya petugas bilang, yasudah fotokopi berkasnya ditaruh dulu di kantor, nanti KTPnya di ambil lagi. Mereka buka sampai jam 4, ya saya panik dong, itu sejam doang, dan KTP gatau di mana. Disimpulkan KTP hilang, butuh proses bikin KTP baru, yang butuh waktu lama.

Hopeless saya di jalan, sudah merasa kayak, kayaknya ini bukan jalan Allah buat saya exchange ke Jepang. Mulai berfikir saya harus menyerah, lemas sekali waktu itu. Sampai di rumah, ibu saya yakin sekali bahwa KTP saya ketinggalan waktu ambil TOEFL, saya ngotot, nggak koook orang dipegang-pegang pas ambil TOEFL. Saya cuma ke kasur, chat pembimbing TOEFL saya yang kebetulan menanyakan kabar pendaftaran, cerita lah saya bahwa ada kendala di pembuatan paspor, didoakan lancar, begitu juga saya berdoa. Setelah pencet kirim, tiba-tiba ibu saya berteriak "ketemuuu! ketemu KTPnya". Loncat dari kasur, ternyata saya lihat, KTP itu terselip di dalam map hasil TOEFL saya. HEHEHEHEHHEHEHEHHEHEHEH sekip.

Akhirnya kami datang ke Kantor lagi, di jam 4 kurang 10/5 gitu. Yeay!! masih diproses, tapi tetep terhitung pengajuan paspor untuk besok, yasudah lah gapapa, saya memang cuma bisa di hari itu. Oiya bayar sekitar 350k IDR (paspor standar, bukan e-passport). Di kantor sana, banyak petugas mengajak ngobrol, ditanya mau ke mana, kapan, dkk. Saya jawab dengan yakin karena omongan adalah doa. "Mau exchange ke Jepang nanti di bulan April berangkat". Semuanya sangat ramah di sana. Lalu terakhir diberitahu, bahwa paspor akan jadi sekitar 3-5 hari kerja, yaa sekitar tanggal 5 -7 November, masih bisa dong, kan deadline tanggal 10 November. Oke lah tenang saya.
  • Ambil paspor. Dikarenakan pengambilan paspor harus dilakukan pada hari saya kuliah, ibu saya bersedia mengambilkan dan mengantarkan ke Depok saat sudah jadi katanya. Alhamdulillah deh kalau begitu. 
Yaps, paspor saya lancar hingga jadi. Alhamdulillah, saya dulu pernah ikut kegiatan SEA MLS dan dapat merchandise cover paspor gitu, lucu kan tapi dulu belum bisa diisi. Setelah dapat paspor dengan bangganya saya taruh paspor saya di cover paspor dari salah satu sponsor SEA MLS yang berkutat di bidang travel. UUU senangnya, akhirnya punya paspor dengan alasan yang masuk akal.



Comments

Popular Posts