Bukan Exchange Biasa : Pendaftaran Tingkat UI (Seleksi Berkas)
Begitu lama sejak post terakhir di label ini, karena cerita ini begitu panjang, dan semua orang semakin salah sangka dengan cerita ini, mari kita lanjutkan.
Setelah selesai melaksanakan tes TOEFL. Saya buka lah post tentang exchange yang dibagikan pembimbing TOEFL saya, ternyata post tersebut mengarah ke international.ui.ac.id (sayangnya postnya sudah dihapus). Sejujurnya saya baru mengetahui ada yang begini di UI, sebuah kantor yang mengurus outbound dan inbound di UI. Kudet memang, sudah tingkat tiga baru tau...
Oke, saya lihat lah isinya. Yaitu tawaran untuk exchange ke Sophia University di Jepang. APA!! JEPANG!!! Mulai lah terbayang banyak hal2 baik. Wah di Jepang akhirnya saya bisa mengimplementasikan ilmu yang saya dapat 3 tahun di SMA. Begitu banyak isi dalam pikiran otak yang idealis ini, tanpa pikir panjang, langsung pasang target. PLOK! SOPHIA UNIVERSITY, TOKYO, JAPAN! DEADLINE 14 OKTOBER 2019! Okee I can do this!
SELEKSI 1 : BERKAS
Mulai saya list kebutuhan saya :
- TOEFL --------> CHECKLIST, tinggal ambil di Jakarta tapi belum tau berapa nilainya.
- Surat Rekomendasi Pertukaran Pelajar -> dari Fakultas
- Transkrip Nilai (GPA > 3. berapa gitu lupa) ----> CHECKLIST (karena sekalian dulu bikinnya pas, jadi ga mesti request lagi)
- Motivation Letter (haha ez) dan CV
Oke artinya tinggal request Surat Rekomendasi, Motivation letter, dan CV.
Sebelum itu, saya sempat googling tentang universitas tersebut, baca kurikulumnya. Tapi saya agak2 ga ngerti gitu gimana bacanya, jadi banyak sekip sekedar baca sekilas. Sempet baca tentang fakultas di sana, ke fakultas mana saya akan masuk. Tanpa bimbingan agak sulit sebenarnya memahami ui/ux website ini...
Yaa pokoknya nangkep suatu hal, ada matkul keren yang diajar oleh profesor ahli suatu bidang namanya psychiatry informatics. Saya baru pertama kali denger dong bidang itu, saya googling2 lah, ternyata baru tau, ini bidang yang saya minati selama ini. Psychiatry informatics itu bidang yang mempelajari tentang pengimplementasian informatika untuk improve kesehatan mental. Dan matkul yang diajar profesor itu namanya Memory, Cognitive, and (sesuatu) oleh Profesor Tanaka Shoji. Begitu saya googling tentang beliau pun, penelitian beliau keren-keren dan sejauh ini beliau fokus pada penelitian Schizopernia. Wahhh, terkagum-kagum saya, karena jarang yang punya studi ini. Oke, surat motivasi saya pasti akan mengatakan tentang minat saya ini.
Lalu saya membuat motivation letter dan CV di hari Sabtu dan Minggu. Lalu... kebodohan saya saat itu adalah baru request surat rekomendasi di hari Rabu (9 Oktober) padahal surat itu jadinya 3-5 hari. Awalnya tidak terfikir bung. Saya yasudah santai saja.. sampai di hari Senin....
Hari senin, panik, karena hari itu hari deadline dan Surat Rekomendasi juga TOEFL saya belom ada. Akhirnya selesai kelas pagi, saya ke Kantor Urusan International (KUI, lantai 1 gedung rektorat) untuk bertanya apakah possible kalau surat rekomendasi menyusul, dan saya lengkapi berkas yang lain dulu, tapi hasilnya nihil, tidak bisa. Akhirnya saya langsung menuju kemahasiswaan tercinta yang mengurus2 surat tersebut, dan bertemu... mba ika... yang lagi marah2... Oke. Takut saya, soalnya pas masuk, mba Ika lagi kesel2 sama mouse dan keyboardnya sampe banting2 ke meja, akhirnya.
Saya : "Mba, mohon maaf mau urus surat rekomendasi pertukaran pelajar, saya request dari minggu kemarin" (dengan nada ketakutan)
Mba Ika : "yawda. bentar." (singkat jelas padat dengan nada jutek)
(beberapa saat)
Mba Ika : "aduh ini saya butuh tanda tangan PAmu. Kamu sekarang minta tanda tangan PAmu ya."
Oke, akhirnya saya menuju lab, email PA saya untuk bertemu (PERTAMA KALINYA SAYA EMAIL PA UNTUK KETEU), akhirnya ke ruangannya dan bertemu PA saya UNTUK KEDUA KALINYA setelah PMB. Kurang lebih sebelum meminta tanda tangan beliau, beliau menyapaikan beberapa hal :
- Beliau kecewa karena anak-anak bimbingannya jarang sekali bertemu untuk konsultasi, terutama saya yang tiba-tiba mau exchange tanpa konsultasi terlebih dahulu
- Beliau menanyakan kenapa saya ingin exchange, lalu saya bercerita bahwa saya tertarik untuk tujuannya yang ke Jepang, karena setau saya Jepang itu sangat bagus tentang riset, dan saya ceritakan bahwa saya sangat tertarik dengan riset dan bidang psychiatry informatics. Di sini kami banyak bertukar pikiran seperti Bapak dan Anak. Saya juga mendapati beliau sangan kebapakan ternyata WKWKWK sangat baik dan perhatian
- Beliau kecewa karena saya terburu-buru sekali, karena banyak kesempatan lebih bagus. Ini mood booster saya sih, karena beliau berkata dari rekam akademis saya, PA saya ini bisa merekomendasikan ke universitas Jepang yang lebih bagus seperti Tokyo Institute of Technology bahkan beasiswa riset ke luar negeri.
Saya terpatung sebenernya ketika denger semua itu. Kayak "Oh iya, bener juga ya...." kok saya terburu-buru. Namun, karena sudah kepalang kenapa tidak dicoba, toh ada Allah yang bakal batalin kalo bukan jalannya. Akhirnya saya keluar membawa surat rekomendasi yang sudah ditanda tangin Pak Ari, memberikan ke mba ika, dan langsung pergi ke Jakarta untuk mengambil hasil TOEFL.
Di jalan begitu banyak pikiran menyelimuti, salah satunya kekhawatiran karena belum mengatakan apapun ke orang tua, yang lainnya pikiran tentang kelegaan bahwa saya tahu, kalau saya gagal di exchange ini masih ada kesempatan lain seperti yang dikatakan Pak Ari. Akhirnya saya merasa dada saya lebih lapang.
Sampai di tempat, lalu mengambil hasil TOEFL. Kembali lagi, ambil surat rekomendasi, lalu menyerahkan dokumen ke KUI. Selesai... hari itu SUKSES NGASIH BERKAS. Menungu kabar selanjutnya sembari berdoa untuk hasil yang terbaik dari Allah.
Comments
Post a Comment